Teori Detak Jantung: Hari Ketujuh dan Keputusan Nod

“Ayok kita jalan tanpa rencana!” ujar Nod. Jadilah mereka terus berjalan-jalan tanpa arah. Dari satu tempat wisata ke tempat lainnya. Hingga sampailah mereka ke kota tetangga yang memiliki dermaga indah.

“Hahahaaha! Kenapa kita tak sekalian ke provinsi tetangga saja?” goda Ara yang menikmati jalan-jalan tanpa rencana hari ini.

Baca juga:

 

Nod kini terdiam di tepi dermaga. Ia menyandarkan lengannya pada pagar dermaga sambil merenung. Ara mendekatinya.

“Kita tak punya banyak waktu lagi.” ungkap Nod dengan tatapan yang amat sedih.

“Nod, kamu pernah dengan teori ‘detak jantung’?” tanya Ara.

“Belum.. apa itu?” Nod penasaran.

“Itu berlaku untuk gajah, tikus, bahkan manusia. Semua orang tahu, bahwa kita mungkin hidup hingga ratusan tahun, ataupun bisa saja mati dalam sekejap mata. Tapi setiap jantung sebenarnya berdetak sekitar 20 milliar kali untuk satu kehidupan. Jadi mau berapa lama pun atau sesingkat apapun hidupmu, kita hidup dalam waktu yang sama.”

“Sepertinya aku pernah mendengarnya. Tapi kenapa kamu membahas hal itu saat ini?” tanya Nod.

“Kupikir, ketika aku bersamamu yang kucintai, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.” ungkap Ara sambil tersenyum manis.

“Selain itu, kita selalu berbagi perasaan. Maka, detak jantung kita sebenarnya ratusan kali lebih cepat daripada orang pada umumnya…” kata Ara.

“Nod, Meskipun tinggal beberapa hari lagi …” Nod kini menatap Ara dengan lebih dalam, wajahnya memerah.

“Kita sudah bersama jauh lebih lama…”

Aresta Nia
Aresta Nia
Penulis. Story teller. Suka musik dan puisi. Aktif menulis sejak 2015.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!