Teori Detak Jantung: Hari Ketujuh dan Keputusan Nod

Enam tahun sesudah kejadian itu Ara terus teringat akan cinta Nod. Cinta mereka yang begitu kuat satu sama lain membuatnya tak mampu berpaling dari Nod. Selain itu …

“Selamat pagi, yah!” salam Ara pada ayah Nod ketika ia sedang menyapu halaman rumah.

“Selamat pagi! Aku terburu-buru, jangan lupa suruh Nod sarapan!” ucap ayah tanpa basa-basi, lalu masuk ke dalam mobil.

Baca juga:

 

Ara kemudian membereskan sampah yang baru saja ia sapu. Kemudian ia mencuci tangannya dan masuk ke rumah. Sebuah rumah yang penuh akan kenangan Nod. Rumah di mana Ara benar-benar merasakan kelembutan hati Nod pada orang lain untuk pertama kalinya.

“Ansi, Nod dimana?” tanya Ara pada Ansi.

“Dia sepertinya tadi sedang menggambar bersama nenek…” ujar Ansi. Ara lalu berjalan masuk ke dalam. Menuju tempat biasa nenek dan Nod bercengkerama: di taman tengah.

“Hohoho! Gambar cucu nenek bagus ya? Itu gambar siapa?” tanya Nenek pada seorang bocah kecil di sebelahnya.

“Ini gambar ayah nek!” ucap bocah itu. “Ahhh.. gambar yang bagus sekali!” ucap nenek memuji bocah itu.

“Nod! Ayo sarapan!” teriak Ara. Bocah itu kini berdiri.

“Ibu! Ibu! Aku berhasil menggambar wajah ayah!” teriak bocah itu berlari ke dalam pelukan Ara.

Aresta Nia
Aresta Nia
Penulis. Story teller. Suka musik dan puisi. Aktif menulis sejak 2015.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!