Menghancurkan ‘Rumah’ Lain untuk Membangun Rumah Baru
Menghancurkan ‘Rumah’ Lain untuk Membangun Rumah Baru

Keisengan siapa ini?! Aku marah kepada rekan-rekanku.

“Siapa yang sengaja menuliskan ini di dinding?!” tak ada yang menjawab.

“Mas. Kamu tahu sendiri kita berangkat bersama dari  rumah mas. Lagian.. coba perhatikan tulisan itu. Sepertinya masih baru dan ditulis dengan…”

Aku mendekati tulisan itu. Memang benar tulisan itu masih menetes-netes basah. Belum melekat dengan tembok. Tapi ketika aku semakin mendekat, aku mencium aroma anyir.

“Ini d-d-darah!” kataku. Semua yang ada di situ terkejut bukan main.

Aku segera mengambil pasir dan kemudian melemparkannya ke tembok.

“Kalian jangan diam saja! Pekerjaan tetaplah pekerjaan! Ayo segera bersihkan ini kalau mau cepat selesai!” ajakku kemudian yang lain mengambil perkakasnya untuk membersihkan tulisan itu.

“Mas, saya ingin ditemani.” ujar rekan yang tadi menemui tulisan ini terlebih dahulu.

“Jangan manja! Kita tetap di pos kita masing-masing. Kita harus selesai tepat waktu!” ucapku.

Setelah itu tak ada kejadian aneh hari itu. Rumah berhasil kami cat hampir semuanya. Bagian belakang rumah sudah kami cat terlebih dahulu.

Esoknya kami kembali bekerja. Sepintas tak ada yang aneh. Hingga akhirnya rekan kami berlari tergopoh-gopoh ketika ia memeriksa bagian belakang rumah pertama kali.

“MAS! MAS! Mas harus ke belakang!” teriaknya panik.

Kami bergegas ke belakang. Bagian belakang rumah yang kami cat dengan cantik kini pennuh dengan cakaran panjang di sepanjang dinding rumah. Yang lebih mengerikan lagi, ada tulisan besar mengatakan:

AJA NANTANG AKU!

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

3 × 3 =