Cukup Jauh - Petualangan Awan bagian VII
Cukup Jauh - Petualangan Awan bagian VII

‘Cukup Jauh’ adalah bagian dari seri petualangan Awan. Kamu sudah masuk ke episode tujuh. Bagaimana nasib Awan yang naas karena ditinggalkan oleh supir Tingtang? Apa yang ia alami selanjutnya? Ayo baca sekarang! Episode sebelumnya bisa kamu baca di: 


Sudah cukup jauh Awan menyusuri jalan hutan Arlok. Tujuh kilometer? Sembilan kilometer? Atau tiga belas kilometer kah? Begitulah Awan menghitung tiap langkah yang ia tapakkan sedari tadi.

Pada kenyataannya, Awan tak akan pernah tahu berapa jauh ia telah berjalan, atau sudah sampai manakah Awan telah melangkah. Hutan Arlok terlalu besar untuk ia ukur, atau ia kira-kira arahnya. Seolah-olah kompas tak akan pernah bekerja di hutan ini, sementara Awan pun tak memiliki kompas ada padanya. Itu jauh lebih parah.

Awan memilih menyerah untuk memahami setiap lika-liku hutan Arlok. Ia menyesal bahwa ia selalu absen mengikuti pelajaran pramuka yang tentu akan sangat berguna saat ini. Seandainya ia ikut, tentu ia akan tahu bagaimana caranya menentukan arah di kala matahari tak tampak sama sekali.

Awan duduk. Meratap. Betapa lelahnya dia. Bertemu dengan angin tak pernah semudah bayangan Awan. Tak seperti semangat Awan yang menggebu-gebu seolah ia tak terkalahkan.

Tapi tak ada buruknya duduk di tengah hutan Arlok. Sejuknya hawa hutan. Suara serangga yang jarang terdengar. Harum pinus. Lembab, tapi nyaman untuk tidur.

Baru saja Awan memejamkan matanya sejenak. Ketika ia membuka matanya lagi, ia melihat sebuah kepala mengintip dari balik pohon di seberang Awan.

Awan menyadari tak ada hal baik yang akan terjadi setelah ini.

Baru saja ia berdiri hendak kabur dari kemungkinan buruk yang ada, sesuatu yang tajam dan dingin menancap ke punggung Awan.

Begitu singkat. Sekalipun sakit.. tapi rasanya Awan tak kuasa menolak nina-bobo yang terdengar.

Semua menjadi gelap. Awan terjatuh. Ia tertidur begitu saja.

Bersambung ke 

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

four + eighteen =