Kenapa Kita Bisa Mengantuk? Kenali Penyebabnya!

    0
    BERBAGI
    Kenapa Kita Bisa Mengantuk? Kenali Penyebabnya!
    Kenapa Kita Bisa Mengantuk? Kenali Penyebabnya!

    Pernah nggak sih bersyukur, karena manusia dianugerahi sebuah tanda yang indah bagi tubuh, yaitu mengantuk. Lho ini adalah anugerah yang indah lho (selain bisa merasakan cinta eaaaa). Bayangkan kalau seandainya manusia nggak bisa merasa ngantuk? Wahhh.. bisa-bisa manusia bekerja terus tanpa merasa lelah sama sekali. Ehhhh.. tahu-tahu K.O. gitu aja deh! Iiiiihh.. serem kan yaaa.. Tapi-tapi.. Emang kenapa sih manusia bisa merasa ngantuk? Kok bisa ya ngantuk itu terjadi gitu aja? Kok nggak kita kendaliin aja gitu rasa ngantuknya? Naaaahh.. kamu pasti penasaran dari mana itu semua bermula kan? Yuk cus!

    Nun jauh di dalam tubuh

    Otak keren
    Otak keren

    Sebenarnya nggak jauh-jauh juga sih.. Kan di tubuh kita sendiri. Juga nggak terjadi di tubuh Titan (?) Tapi kalau dibayangin nih ya. Kalian pernah baca webtoon Yumi Cell?? Nah kalau dibayangin di dalam tubuh kita itu banyak sel yang bekerja untuk kita setiap harinya. Ada berbagai macam proses yang terjadi dalam tubuh. Proses yang paling dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas adalah proses yang ditemukan oleh Tuan Krebs. Lho kok tuan Krebs? Serius. Penemu proses ini adalah Tuan Krebs. Dia menemukan proses aerob dan anaerob. Masih ingat nggak pelajaran SMA buat yang masuk jurusan IPA?? Sumpah.. bagian ini ngeselin banget kalau kamu nggak suka biologi. Hahahaha..

    Baca juga:

     

    Sederhananya, proses aerob itu terjadi ketika tubuh berada dalam keadaan normal. Normal itu ketika oksigen yang diikat cukup banyak untuk membakar energi. Kemudian kelelahan terjadi ketika proses anaerob (tanpa oksigen) berlangsung. Proses anaerob ini terjadinya di dalam otot. KEmudian hasil produksinya adalah asam laknat! Lha kok malah laknat?? Eh laktat! Hahahaha.. Nah kalau sudah sampai pada proses ini, tentu saja tubuh akan merasa lelah karena energi yang dihasilkan tidak lagi banyak karena tidak ada lagi oksigen yang bisa diikat pada tubuh.

    Dan setelah itu kita akan menyublim.. “menguap” ding!

    Awas jangan lebar-lebar!
    Awas jangan lebar-lebar!

    Karena tubuh sudah lelah, dan kamu masih ‘nyala’, tentu saja tubuh akan tetap berusaha menyuplai energi di detik-detik terakhir untuk memastikan kamu tertidur di tempat yang tepat. (Terima kasih buat otak yang membuat sel-sel masih harus bekerja keras untuk mempertahankan mata melek). Sehingga ketika kamu masih sadar, otak akan berupaya mengurangi kesadaran untuk menghemat energi dan mebuatmu terus menguap untuk menarik oksigen. Tenaga yang dihasilkan dari proses aerob tentu jau lebih besar. Tapi kalau asam laktat pada otot sudah banyak, jelas upaya aerob hanya bisa kembali muncul ketika tubuh berisitrahat. Nah yang berbahaya adalah ketika kamu sudah terlalu lelah dan otak bahkan sudah nggak bisa mempertahankan kesadarannya lagi. Bisa jadi pingsan, atau kamu ketiduran gitu aja di tengah perjalanan ketika menyetir. Untuk itu kita juga harus peka terhadap tanda-tanda tubuh yang sedang kelelahan.

    Kalau sering mengantuk sehat dong?

    Justru kamu harus waspada kalau makin sering mengantuk
    Justru kamu harus waspada kalau makin sering mengantuk

    Ya ngak lah! Justru kamu harus makin waspada kalau sering mengantuk. Itu artinya ada yang nggak beres dengan sistem yang terjadi dalam tubuh kamu, sehingga proses pembakaran energi tidak terjadi sebagaimana mestinya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan. Apakah oksigen dapat diikat dengan baik oleh sel-sel. Adakah antibodi yang kemudian justru merusak kerja sel-sel yang bekerja untuk membakar energi. Adakah sumber energi yang dikelola secara berlebihan sehingga menyebabkan metabolisme menjadi kacau. Semuanya harus diperhatikan.

    Baca juga:

     

    Sering mengantuk bisa juga menjadi tanda kalau kamu sedang mengidap penyakit tertentu. Selain akibat digigit lalat Tsetse (yang menyebarkan virus tidur di Afrika) dan diabetes, sering mengantuk bisa menandakan bahwa pola makanmu salah, kamu mengidap kelainan tulang, atau bahkan masalah-masalah psikologis lain, seperti depresi dan terlalu antusias terhadap hal tertentu. Tentu saja, sekali lagi, kamu harus peka terhadap perubaan-perubahan yang terjadi pada pola mengantuk kamu, supaya kamu bisa melakukan tindakan penanganan yang tepat. Kan nggak enak juga ya dikit-dikit ngantuk. Dikit-dikit pingin tidur. Dikit-dikit pingin ditiduri *eeehhh…

    Jadii… itu tadi adalah alasan-alasan kenapa kita bisa ngantuk dan kenapa kita harus menyadari pola tidur kita. Semoga mulai sekarang, kamu semakin memperhatikan pola tidurmu yaaa..!

    Baca juga:

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here