Beranda Mini Novel When Jupiter Meets Saturn

When Jupiter Meets Saturn

0
BERBAGI
When Jupiter Meets Saturn - Part 1
When Jupiter Meets Saturn - Part 1

Siapa yang mengetahui duo besar di tata surya ini? Duo besar yang sudah sejak dulu kala memiliki keindahannya sendiri dan memikat banyak bulan untuk berdampingan bersamanya. Mungkin Bumi cantik dan mungil, tapi tentu kalian tidak akan memahami betapa duo besar ini bersaing satu sama lain untuk memamerkan keindahannya sendiri.

Adalah Jupiter, sang gagah perkasa. Ialah yang paling besar di antara semua planet yang ada di tata surya ini. Ia yang sedari dulu kala dianggap sebagai sang penuntun, dewa, dan bahkan di malam hari ia akan muncul sebagai benda langit paling terang ketiga setelah Bulan dan Venus.

Sesekali Mars akan mengalahkannya, tapi lebih sering Jupiter menunjukkan keperkasaannya di langit malam. Tahu berapa bulan yang berhasil dipikat oleh Jupiter? Hingga saat ini sudah tercatat ada  67 bulan yang dipikat oleh Jupiter karena begitu gagahnya ia di tata surya ini.

Seolah tak mau kalah, Saturnus memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan bahwa ia pun layak diperhatikan daripada Jupiter. Saturnus menunjukkan kemolekannya dengan cincin yang begitu indah yang ia miliki. Bahkan Uranus pun malu melihatnya karena cincin Saturnus tampak begitu jelas dan begitu memikat.

Sementara Uranus hanya memiliki cincin tipis yang bahkan malah tak dikenali karena terlalu tipis. Saturnus bisa jadi tidak sebesar Jupiter. Tapi jangan lupa, seandainya Jupiter hancur lebur, tentu Saturnus akan menjadi yang terbesar di tata surya ini. Hanya saja mungkin itu tak akan terjadi kecuali jika terjadi kekacauan galaksi yang amat dahsyat. Dengan segala kemolekannya, Saturnus memiliki 56 bulan yang mengelilinginya. Sungguh tak ingin kalah dari Jupiter.

Baca juga:

 

Setidaknya itulah yang dapat kita bayangkan jika melihat duo playboy-playgirl ini. Di SMA-ku, tidak ada yang tidak mengenal mereka. Bahkan seolah-olah branding mereka sebagai playboy-playgirl yang tak pernah lelah bersaing menjadi rahasia umum. Dan hebatnya, tak ada yang tak terima walau mereka tahu kalau mereka hanyalah mainan bagi duo itu.

Dika, si Jupiter. Anak dari konglomerat nomor satu di kota ini. Ia memiliki segala-galanya untuk memikat para gadis. Kaya sudah pasti. Tampan? Tidak hanya tampan, konon katanya semua gadis tergila-gila karena menyaksikan roti sobeknya di kala aku hanya memiliki perut telenan sayur. Sama seperti Jupiter yang gagah, Dika juga memiliki puluhan bulan yang mengelilinginya.

Ia mengencani gadis sesuka hatinya. Kalau ia bosan, ia akan memutuskan hubungan dengan pacar lamanya dan kemudian meminta gadis lain untuk menjadi pacar barunya. “One shot, one kill!” begitulah ungkapnya kepada cowok-cowok seangkatan. Dika hanya membutuhkan satu hari untuk pendekatan dan jadian sekaligus. Karena apa? Ya. Orang kaya yang ganteng bebas dari segala perjuangan hidup.

via GIPHY

Yura, si Saturnus. Kemolekannya bukan satu-satunya yang membuat dia dicintai banyak lelaki di sini (termasuk aku). Ia adalah anak guru fisika killer di sini dan ia yang tercerdas di sekolah ini. Seolah memiliki kharisma tersendiri, ia mampu memimpin siapapun yang ingin ia kendalikan. Di sisi lain, bakatnya ini ia gunakan untuk menjadi ketua OSIS di sini.

Pernah ia berpidato, dan tak ada satu pun yang tak terkesima dengan pidatonya. Semuanya melongo sejak awal ia berpidato hingga akhir. Ketika ia menyerukan “OSIS SMA 7 Jaya Selalu!!!” semua serentak menjawab dengan kompak, “Jaya selalu tak ada tantangan yang tak mampu dihadapi!!!!!” dengan semangat dan penuh haru.

Kharismanya ini kadang membuatnya memanfaatkan para budak cinta. Iya, para lelaki dengan mudah menjadi budak cintanya. Ia akan dengan mudah berganti budak cinta satu ke budak cinta yang lain. Rasanya tak ada yang berani melawannya. Karena apa? Orang cantik dan cerdas bebas melakukan apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here