Beranda Mini Novel Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh

Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh

0
BERBAGI
Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh
Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh

“Kyaaaa!!! Egi!!!” teriak kakaknya yang tengah menonton drama korea favoritnya di laptop sambil berlari ke dalam kamar Egi.

“Apaan sih? Teriak-teriak melulu. Orang lagi konsen belajar. Itu volumenya kecilin dong!” protes Egi.

Ketinggalan dengan cerita sebelumnya? Baca di: Aku Berusaha Mengenalinya Lebih Baik Lagi

“Aduh… si Sohyun ganteng banget!!!” sahut kakaknya masih dengan suara keras.

“…. JADI KAMU TERIAK CUMA MAU NGOMONG GITU DOANG? PERGI DARI KAMARKU” usir Egi.

“Egi sayang…!” panggil ibunya.

“Iya bu, sebentar.” Egi pun keluar dari kamarnya dan bertanya pada ibunya.

“Ada apa bu?” ibu menyerahkan sebuah bingkisan misterius.

“Ini untukmu, temanmu meminta ibu menyampaikan ini padamu” kata ibunya.

“Siapa?” Egi penasaran.

“Ibu tidak tahu. Mana kakakmu?” tanya ibu. Egi tahu betul ibunya tampak berpura-pura tak tahu.

“Itu.” sambil menunjuk kakaknya yang tengah meremas remas selimutnya dan menutup mulutnya.

“Heh!!! Adikmu sedang belajar jangan ganggu dia. Keluar kau!” omel sang ibu.

“Ah ibuu..” keluh sang kakak.

“Kamu punya kamar sendiri. Sana nonton di kamarmu!” perintah ibu.

“Hahaha…. rasakan itu!” kata Egi yang kemudian menutup pintu kamarnya. “Kira-kira apa ya isinya?” batin Egi sambil menimbang-nimbang bingkisan tersebut. Mengira-ngira seperti apa bentuk benda yang di dalamnya.

Baca juga:

 

Egi kemudian membuka kotak itu, “Kamera?” sebenarnya Egi sudah menduga dari berat bingkisan tersebut dan bagaimana posisi bendanya tak mudah terguncang. Tapi kini Egi berusaha mengingat siapa orang baik yang sangat memaksanya untuk menggunakan kamera. “Mungkinkah ini dari Taehyung? Tidak habis habisnya dia menawariku kamera..” ujar Egi keheranan.

Egi memeriksa lagi apa yang terdapat di dalam kotak bingkisan itu dan menemukan sepucuk surat.

Hai Egi.. Aku mengirim ini pada ibumu. Soal dari mana aku tahu rumahmu suatu saat akan aku ceritakan. Aku harap kamu bisa memakai kamera itu. Simpan baik baik. Aku percaya padamu. 

“Aku harus menyimpannya. Jangan sampai ibu tahu. Terima kasih Taehyung!” ucap Egi kemudian menaruh kamera itu pada lemari penyimpanan rahasianya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here