Someone Who doesn't Want to be a Man
Someone Who doesn't Want to be a Man

‘Someone Who doesn’t Want to be a Men’ hanyalah sebuah cerita fiksi tanpa adanya kecenderungan untuk mendukung ataupun menyudutkan golongan tertentu yang ada di dalam cerita. Apabila terjadi kesamaan nama tokoh, kejadian, dan situasi yang serupa di dalam cerita dengan kejadian nyata itu hanyalah sebuah kebetulan. Harap pembaca menyikapinya dengan bijak.

————————————————————————-

Bila tiba saatnya nanti, karena kuasa Ilahi.

Semoga kita.. bersatu kembali lagi…

Paduan suara menggema dengan indahnya. Sebuah paduan yang didasari oleh perasaan haru dan kehilangan. Menghantarkan seseorang yang akhirnya meninggalkan dunia ini. Tak ada yang pernah menyangka bahwa seseorang yang masih muda pergi begitu cepatnya. Di usianya yang tepat memasuki 40 tahun, Dana harus menghembuskan napas terakhirnya.

Pecah tangis istrinya mengiringi peti mati yang perlahan ditutup. Ini benar-benar saat terakhir bagi istrinya untuk melihat Dana. Semua terbalut dalam rasa kehilangan. Namun, Anggi, putri Dana tetap terdiam ketika melihat peti mati ayahnya benar-benar tertutup. Tak ada emosi yang terbaca di raut mukanya. Nampak seolah-olah bahwa kematian adalah hal yang lumrah baginya di usianya yang ke-15 tahun ini.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

eighteen + twenty =