Beranda Mini Novel Misteri Bak Mandi yang Bertambah Dangkal

Misteri Bak Mandi yang Bertambah Dangkal

0
BERBAGI
Misteri Bak Mandi yang Bertambah Dangkal
Misteri Bak Mandi yang Bertambah Dangkal

Gusta sedang akan mandi saat itu. Ia baru menyadari, setelah 3 tahun terakhir ia tak mengunjungi paman dan bibinya, banyak perubahan yang terjadi pada rumah ini. Termasuk pada kamar mandi yang ada di dalam rumah. Yang janggal adalah, tinggi bak mandi ini tetaplah sama, namun dibuat lebih dangkal. Seolah terdapat sebuah undakan berisi ruangan yang entah fungsinya apa atau sekedar dipenuhi dengan semen untuk menambah estetika dan mempermudah saat menguras bak mandi.

Gusta sempat bertanya-tanya, tapi mengapa hanya bak mandi ini yang tak diganti? Bak di kamar mandi lainnya diganti dengan plastik. Ini artinya di kedua kamar mandi, perombakan total telah dilakukan. Tapi mengapa hanya bak ini saja yang tak diganti? Hanya sedikit dimodifikasi.

Baca juga:

 

Gusta bingung mengapa ia justru mempertanyakan hal ini di kala ia sedang akan mandi. Bukanlah sebuah pemikiran yang wajar untuk orang yang sedang akan mandi. Maka Gusta menuntaskan tujuan membersihkan dirinya itu.

Seusai mandi, ia menyadari satu hal lagi yang janggal: lampu kamar mandi yang terus menyala baik siang maupun malam. Ia tak terbiasa melihat lampu yang menyala terang di siang hari. Maka Gusta meraba-raba tembok untuk mencari saklar lampu. Nope. Tak ada satu pun saklar di dalam kamar mandi. Lantas ia berjalan keluar.

Ia menghadap cermin yang terletak tepat di sebelah samping pintu kamar mandi. Gusta mengambil sisir dan menata rambutnya yang masih sedikit basah seusai keramas tadi. Ketika ia melirik ke sudut belakangnya, ia melihat sebuah saklar lampu. Oh rupanya di situ saklar yang ia cari-cari dari tadi. Sesaat sebeum jarinya menyentuh saklar tersebut, sebuah suara mengejutkannya.

“Jangan matikan!” Gusta menghentikan jarinya. Ia berbalik memastikan siapa yang berujar walaupun sudah jelas itu siapa.

“Tapi kenapa bi? Bukannya bibi selalu memintaku menghemat listrik?” protes Gusta dengan kebiasaan baik yang sudah diterapkan padanya selama bertahun-tahun.

“Untuk yang satu ini pengecualian. Pamanmu jelas tak akan menyukainya.” jelas bibi.

“Memangnya kenapa?” tanya Gusta kebingungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here