Makna kesuksesan yang membingungkan
Makna kesuksesan yang membingungkan

Makna kesuksesan. Membingungkan.

Kadang diri ini bertanya, kita bekerja untuk hidup, atau hidup untuk bekerja?

Sistem dunia membuat kita memiliki mindset, jika materi yang kita miliki tidak banyak, kita bukan orang sukses.

Delapan jam bekerja sampai lelah. Dari pagi sampai sore. Belum lagi kalau ada target. Kalau capek, mau keluar tapi takut nanti nggak punya duit.

Tapi.. what’s the point? What’s the point?

Duitnya? Atau hidupnya? Apa makna kesuksesan sejatinya?

Kalau nggak ada duit nggak bisa hidup mas!

Nope. Kamu hidup karena Tuhan menghendaki kamu masih bernapas saat ini. Habis ini kalau udah disuruh balik juga langsung balik, nggak bisa nolak!

Jadi.. dari pada pusing memikirkan pekerjaan, target, materi yang rasanya selalu kurang tiap liat pencapaian orang lain..

Cobalah untuk membiarkannya berlalu, semua beban, semua impian.. sebagaimana kamu membiarkan feses yang kamu siram di jamban. Tidak memikirkannya, tidak mengejarnya, dan tidak pernah mengharapnya kembali.

Kalau ada target, ya diselesaikan. Kalau ada kerjaan menumpuk, ya dicicil. Kalau capek, ya keluar. Kalau nggak ada uang, ya cari kerja lagi. Kalau nggak dapet2 kerja, ya udah cari kerjaan yang bisa digapai dulu secepatnya. Kalau gengsi, yaudah ambil tali tambang di gudang kalau capek hidup.

Ya.. sukses itu selalu bias. Dan karena belum tentu besok kamu masih bernapas.. ya udah lah.. biarin aja. Nggak usah dipikir.

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

thirteen − 9 =