Beranda Cerpen Aku Mau Mengejutkanmu, Tapi Mengapa Aku yang Terkejut?

Aku Mau Mengejutkanmu, Tapi Mengapa Aku yang Terkejut?

0
BERBAGI
Aku Mau Mengejutkanmu, Tapi Mengapa Aku yang Terkejut
Aku Mau Mengejutkanmu, Tapi Mengapa Aku yang Terkejut

Malam minggu. Saat yang paling tepat untuk ngapel cewek nih.

Seperti biasa, aku dan pacarku lebih sering menghabiskan malam minggu bersama di rumah aja. Entah itu nonton film baru, film bajakan, main PS 2 sampe marah-marahan, dan yang paling asyik, kita bisa nglakuin itu semua sambil curhat. Kita bisa makin saling kenal satu sama lain. Makin deket. Yaa..pokoknya gitu lah..!

Terkadang, aku juga (numpang) makan di rumah pacarku itu. Inilah salah satu cara agar pacaran terasa lebih hemat. Untuk mengambil makan, kami harus ke dapur yang agak jauh di belakang sana. Kami harus melalui satu lorong dan ruangan di dekat kamar mandi, lalu berbelok ke kanan baru memasuki dapur.

Baca juga:

 

Malam itu, seperti malam-malam minggu pada umumnya, aku makan di rumah pacarku. Aku yang mengambil sepiring makan duluan bilang ke pacarku,

“Eh..aku ke ruang tengah duluan ya?”
“Ya udah sana..” kata pacarku.

Lalu aku berjalan menyusuri lorong dengan sepiring makanan di tangan kananku dan krupuk di tangan kiriku. Tiba-tiba terlintas ide iseng untuk mengejutkan pacarku ketika dia lewat nanti. Aku langsung bersembunyi di balik tembok sambil tertawa-tawa sendiri, membayangkan bagaimana ekspresi pacarku waktu kaget nanti.

Dia belum datang sama sekali. Kok lama ya? Karena penasaran aku mengintip layaknya orang main petak umpet. Kulihat gadis berambut panjang juga mengintip dari seberang lorong dekat dapur melihat ke arahku langsung. Karena penerangan yang minim, langsung saja aku keluar dari persembunyianku dan merasa sudah tertangkap basah.

Kayak gini? :(
Kayak gini? 🙁

“HWAHAHAHAHAA! Yaaah.. ketahuan deh!” tawaku keras dengan pose tangan seperti penari piring.

“Apaa beeeb?” suara pacarku dari dalam dapur.

Aku terdiam. Kupikir tadi dia sudah di lorong. Setelah aku sadar. Tidak ada seorang pun di lorong. Dan perempuan berambut panjang di rumah ini cuma dia. Lantas aku berlari ke dapur menemui dia.

“Tadi kamu habis dari situ nggak?” tanyaku sambil menunjuk spot aku melihat perempuan tadi.

“Kamu bicara apa sih? Dari tadi aku di sini tauk!” jawab pacarku sewot, agak takut.
“Kamu nggak ada niat nakut-nakutin aku kan?” tanya pacarku lagi.

“Aaah..nggak kok! Cuma mau tanya aja.. hehehehe” jawabku santai.

 

Sial! Hampir saja aku ngagetin hantu!

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here