Pria yang Meninggal pada Tahun 1976 (part 1)
Pria yang Meninggal pada Tahun 1976 (part 1)

Ayah kawanku adalah salah seorang veteran, pejuang pemertahan kemerdekaan Indonesia. Tahun ini pada akhirnya ia meninggal. Sungguh, ia memperoleh usia yang cukup panjang untuk melihat bagaimana hasil jerih payahnya pada bangsa dan negara ini. Entah apa yang ia pikirkan ketika meninggal kepada pewaris bangsa ini. Apakah ia bangga, atau kecewa, dan justru menyesal telah menyerahkan kemerdekaan pada bangsa yang rupanya belum begitu siap merdeka ini.

Tentu saja ini hanyalah pendapat pribadiku. Sebuah pendapat yang dengan kurang ajar melintas begitu saja-di saat seharusnya aku turut berduka cita-, perlahan semakin kuat terdengar seiring dengan semakin dalamnya peti mati ayah kawanku masuk kembali ke asalnya. Orang mengatakan itu tempat peristirahatan terakhir, tapi aku lebih menganggapnya sebagai rumah. Dari situ kita berasal, dan di situ pula kita akan kembali. Tak akan ada yang menolakmu, protes, atau bahkan mengusirmu secara terang-terangan karena tidak cocok perkara sepele. Apapun yang kamu perbuat semasa hidup, bumi ini akan menerimamu dalam damai.

Hanya saja manusia kreatif kerap ‘membumbui’ kematian manusia yang seharusnya wajar-wajar saja, jadi seolah-olah luar biasa baik atau luar biasa buruk.

 

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

7 − 5 =