Mistletoe: Hijau Abadi nan Beracun Namun Menjadi Pembantu bagi Pasien Kemoterapi

    0
    BERBAGI
    Mistletoe: Hijau Abadi nan Beracun Namun Menjadi Pembantu bagi Pasien Kemoterapi
    Mistletoe: Hijau Abadi nan Beracun Namun Menjadi Pembantu bagi Pasien Kemoterapi

    Kamu yang kerap menonton film bernuansa natal, pasti kerap melihat adegan ciuman di bawah pohon Mistletoe. Sebenarnya, sekalipun disebut sebagai pohon, Mistletoe merupakan tanaman merambat. Jadi mungkin kamu yang nggak tahu nama ‘rambatan’ daun di atas kedua pasangan yang sedang beradegan ciuman itu sekarang sudah tahu kalau namanya adalah Mistletoe. Tapi tahukah kamu kalau Mistletoe itu memiliki rahasia yang menakjubkan selain legendanya?

    Mistletoe adalah Parasit Beracun

    Mistletoe adalah Parasit Beracun
    Mistletoe adalah Parasit Beracun

    Yepp.. meskipun tetap berwarna hijau berseri pada musim dingin bersalju sekalipun, Mistletoe adalah tumbuhan parasit yang bisa tetap hidup dari inangnya. Jadi terjawab sudah mengapa Mistletoe tetap bisa bertahan hidup sekalipun permukaan tanah sudah tertutupi oleh es atau salju, karena ia menyerap nutrisi dari inangnya. Nggak hanya itu, Mistletoe juga memiliki buah berbentuk seperti berry merah yang juga beracun. Dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan Mistletoe, terjadi peningkatan angka kematian pula pada sejumlah jenis pohon dan hewan, seperti burung dan tupai.

     

    Mistletoe masuk ke dalam spesies Phoradendron yang pada umumnya memiliki racun Foratoksin. Kalau ini sampai masuk ke dalam tubuh, akan menimbulkan reaksi buruk, mulai dari diare, padangan mata yang berkunang-kunang dan kabur, hingga akhirnya kematian. Widiiihh.. serem juga yak?!

    Memiliki manfaat lebih bagi pasien kemo

    Memiliki manfaat lebih bagi pasien kemo
    Memiliki manfaat lebih bagi pasien kemo

    Untuk penderita kanker, rupanya Mistletoe bisa jadi sahabat yang baik untuk meredakan efek dari kemoterapi. Dengan terapi ekstrak Mistletoe, pasien kemoterapi akan lebih tahan terhadap efek negati dari kemo, seperti mual-mual dan muntah, kehilangan napsu makan, dan masih banyak lagi. Penggunaan ekstrak Mistletoe juga dinilai bisa memberi ketahanan tubuh bagi penderita kanker. Meskipun demikian, penggunaan Mistletoe masih terbatas di beberapa tempat, seperti Eropa, sementara Amerika Serikat masih melarang penggunaan Mistletoe untuk praktek pengobatan.

    Waahh.. keren ngeri-ngeri keren jugak ya Mistletoe ini? Buat kamu yang merayakan natal di Indonesia, nggak usah deh nyari-nyari Mistletoe untuk sekedar ciuman di bawahnya! Jauh lebih baik, rayakan semangat natal bersama keluargamu di rumah! Selain suasana akan jadi lebih hangat, kamu akan lebih bisa merasakan makna kebersamaan dengan merayakan natal bersama keluargamu. Selamat menyongsong hari Natal!

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here