Cerita Horror yang Dialami Perawat Ketika Jaga Malam

Aku pun berlari menyusul seniorku. Melihat aku yang berlari dia pun heran. Aku minta padanya supaya tidak meninggalkan aku sendirian. Setelah aku menceritakan yang terjadi, dia pun mengerti.

Tengah malam pun tiba. Waktunya untuk keliling kamar pasien untuk melihat infus yang tersisa dan kelancarannya. Sendirian tentunya. Seniorku masuh sibuk mengerjakan status pasien. Masuk kamar pertama, aku merinding. Oke, kamar gelap, pasien dan keluarganya sudah tertidur dan acara TV “Dunia Lain” dengan suara yang tidak pelan. Dem Dem Dem Dem. Aku pun cepat- cepat keluar dari kamar itu setelah mengecek infusnya. Entah memang lagi apes atau sedang dikerjai, 6 kamar pasien kelolaan malam itu, semua keadaanya sama. Gelap, semua tertidur lelap, dan TV menyala.

Dem Dem Dem Dem …

Semuanya Dunia lain. Ingin kulempar saja rasanya TV itu. Saat aku akan keluar dari kamar terakhir, aku terpaku sesaat. Tubuhku jadi kaku, bulu kudukku berdiri. Apa itu di pojokan? Hitam , tinggi, wujudnya tidak beraturan. Ya Tuhannn…. Kenapa kakiku tidak mau bergerak? Dan saat itu, ada keluarga pasien terbangun dan menyalakan lampu.

Tubuhku langsung lemas. Karena ternyata hanya jaket besar yang digantung. Kukira aku akan mati karena jantungku nyaris copot. Rupanya keluarga pasien yang terbangun itu pun terkejut melihat sosok yang berdiri di tengah kamar, dan itu aku.

Mata yang menatap begitu tajam
Mata yang menatap begitu tajam

Setelah berbincang sejenak dengan keluarga pasien (menenangkan diri sambil menahan malu dan meminta maaf), aku pun keluar. Aku membantu seniorku untuk mengerjakan status pasien. Baru saja duduk dan pegang 1 status, sudah tidak enak lagi perasaanku. Haaahhhhh.. aku melihat dari ekor mataku, dari arah kamar 501, tepat di samping ruang perawat, ada yang mengamatiku.

Aku berusaha cuek. Dengan harapan akan segera hilang. Tapi terus-terusan seperti itu. Antara penasaran dan takut, aku pun menoleh. Dan benar saja. Sepasang mata yang mengerikan itu memang sedang menatapku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Memanggil seniorku yang duduk di belakangku saja aku tak sanggup. Tiba- tiba ada yang memanggilku.

“ Suster…!”

Keterkejutanku membuatku bisa bergerak kembali dan sepasang mata itu hilang begitu saja. Rupanya yang memanggilku seorang security yang sedang keliling. Dan dia mengatakan untuk duduk membelakangi kamar itu, seperti seniorku. Rupanya dia melihat apa yang kulihat. Hal yang kuinginkan saat ini adalah pagi segera dataaanggg…

Baca juga:

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!