Cerita Cinta Remaja, Cerita Cinta yang Manis
Cerita Cinta Remaja, Cerita Cinta yang Manis

Josh berjalan dengan malas setelah ia kenyang makan bubur di kedai ibu Yoongi. Di depan rumah, ia bertemu dengan seseorang yang selalu membuatnya jengkel.

“Hai!” sapa seseorang yang tidak lain adalah Hoseok.

Josh hanya memutar matanya tanda bahwa ia tak mempedulikan Hoseok.

Baca juga:

 

“Sombong!” protes Hoseok sambil mengejar Josh.

“Kamu ngapain ke sini?” tanya Josh.

“Ibumu yang memintanya.” jelas Hoseok.

“Lalu ibuku di mana?” tanya Josh.

“Ibumu ada di rumahku. Sedang mengobrol dengan ibuku.” jawab Hoseok.

“Terus kenapa kamu disuruh ke sini? Padahal aku kan sudah terbiasa di rumah sendiri. Aku nggak perlu ditemani oleh orang sepertimu.” ujar Josh menolak kehadiran Hoseok.

“ibumu menyuruhku untuk mengajarimu dance.” jelas Hoseok.

“Eh? Dance??” ‘JANGAN JANGAN BENAR KATA YOONGI’ batin Josh.

…Kalau dia mengajakmu, kamu adalah perempuan paling beruntung…

Kata-kata Yoongi terngiang begitu saja di benak Josh. Josh menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha untuk memastikan realita yang tengah dihadapinya.

“Memang kamu nggak ikut lomba?” tanya Josh.

“Aku hanya membantu melatih saja” jawab Hoseok ringkas.

“Whaaatt??? Lalu kamu mau melatihku?” tanya Josh tak percaya.

“Iyap. Kenapa?” ujar Hoseok sambil tertawa geli melihat ekspresi Josh yang berubah dalam sekejap.

“Tidak apa-apa! Aku akan mengganti pakaianku dulu dan menyiapkan tempat latihannya.” ujar Josh terburu-buru masuk ke dalam rumah.

“Baiklah akan kutunggu di sini!” ujar Hoseok sambil tersenyum.

“Apa yang kau lakukan? Ayo masuk rumah!” teriak Josh dari dalam. Hoseok terkejut lalu ikut masuk ke dalam rumah.

“Aish.. semoga dia tidak aneh-aneh. Tapi kalau dipikir pikir cara bicaranya kali ini benar benar serius. Kalau benar aku perempuan paling beruntung… Omo omo sudah ah!” ucap Josh sambil mengganti pakaiannya.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

one × two =