Home Cerpen Ketika Usil Berujung pada Kunjungan dari ‘Tamu’ Tak Terduga

Ketika Usil Berujung pada Kunjungan dari ‘Tamu’ Tak Terduga

0
SHARE
Ketika Usil Berujung pada Kunjungan dari 'Tamu' Tak Terduga
Ketika Usil Berujung pada Kunjungan dari 'Tamu' Tak Terduga

Aku tidur sekamar dengan adikku.

Kamarku memiliki jendela yang menghadap langsung ke taman di depan rumah. Jadi setiap pagi, aku bisa langsung melihat pohon sawo yang rindang di depan kamarku. Beberapa pot bunga yang ditanam ibuku juga ikut menghias teras rumahku.

Punya jendela yang langsung menghadap teras punya banyak keuntungan. Selain bisa langsung menikmati keindahan taman, aku juga bisa cepat tahu siapa tamu yang berkunjung ke rumahku. Ada juga keuntungan lainnya, aku bisa iseng ngerjain adikku.

Malam itu aku berencana mengeksekusi rencana licikku. Adikku yang sedang belajar di kamar akan kubuat ketakutan.

“Tok tok tok!” kuketuk kaca jendela di saat adikku sedang belajar. Secepat kilat aku bersembunyi.

Tidak ada reaksi.

Kuintip kamarku. Ternyata adikku masih di meja belajarnya.

“TOK TOK TOK!” kuketuk lagi kaca jendela itu lebih keras. Lalu aku bersembunyi lagi.

Masih belum ada reaksi.

Baca juga:

 

Kuintip lagi kamarku. Astaga! Adikku sudah tidak ada di sana! Ke mana dia? Sebaiknya aku kembali sebelum adikku menyadari kalau aku sedang menjahili dia.

“BWAAAARGGH!” sesosok leak mengejutkanku tepat ketika aku berbalik.

“HWAAAAA!!!” teriakku keras begitu saja.

“Hwahahahahahaha! Kapoook! Makanya nggak usah usil!” ujar suara dibalik topeng leak itu. Sial.. ternyata adikku lebih usil dari aku.

Aku masuk ke dalam dan jengkel. Belum lagi malu karena tetangga di seberang rumah menengok ketika mendengar suara teriakanku. Seharusnya aku tahu kalau dia juga sudah merencanakan ide licik sebelumnya.

Malam ini cuaca lebih panas dari pada biasanya. Karena kepanasan, aku jadi tidak bisa tidur nyenyak. Sesekali aku mendengar suara dahan pohon yang bergesekan. Sampai akhirnya kudengar suara dari jendelaku.

Awalnya tidak ada apapun dari balik jendelaku
Awalnya tidak ada apapun dari balik jendelaku

“Tok tok tok!”
Aku hanya diam. Berusaha mengabaikan suara itu.

“Tok Tok Tok!” suara ketokan di jendela itu makin keras.

“Dan! Udah ah nggak usah iseng lagi!” ujarku dongkol.

“TOK! TOK! TOK!” suara itu kini benar-benar keras.

Aku terkejut, terutama ketika aku sadar kalau ini tengah malam. Danny sedang tertidur pulas di sebelahku. Lantas.. siapa yang mengetok-ngetok jendelaku dengan keras?

Kutatap jendela kamarku.

Tidak ada apa-apa.

Tiba-tiba..

Satu sosok bayangan muncul begitu saja.. menatapku dari luar. Sorot matanya benar-benar tajam. Membuatku tidak bisa bergerak, bahkan untuk memejamkan mata sedikitpun.

Sosok itu kini ditemani oleh dua sosok lainnya. Sama-sama menatapku dan tersenyum senang.

“Anak jahil yang penakut lebih baik ikut kami saja!”

Entah kenapa suara mereka begitu jelas. Begitu juga wajah mereka bertiga, kini benar-benar dekat dengan wajahku.

. . .

“Ma.. Mas Gerry udah berangkat sekolah duluan ya?”
“Lho.. Mama kira masih di kamar mandi Don..”
“Aku habis dari kamar mandi kok ma.. Aku bangun Mas Gerry juga udah nggak ada di kamar.”

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here