Home Cerpen Jangan Pernah Mengambil Foto di Tengah Jalan Ketika Senja

Jangan Pernah Mengambil Foto di Tengah Jalan Ketika Senja

0
SHARE
Jangan Pernah Mengambil Foto di Tengah Jalan Ketika Senja
Jangan Pernah Mengambil Foto di Tengah Jalan Ketika Senja

“Yehaaaaay!” teriak Vanny di pinggir jalan.

“Apaan sih? Sakit tauk telingaku?!” ujar Rudi sewot.

“Udah Rud.. Vanny lagi seneng tuh.. Kan jarang-jarang juga dia jalan-jalan di desa.” Desi menenangkan.

“Habis.. teriak juga nggak kira-kira.. gimana sih..?” Rudi masih sewot.

“Ya maaf to Rud.. aku belum pernah seseneng ini. Kalian udah ngajak aku jalan-jalan blusukan kesana kemari. Ke tempat-tempat bagus yang belum pernah aku temui di kota.” Jawab Vanny.

Rudi hanya mendengus kesal. Vanny yang melihat tingkah Rudi itu langsung berjalan ke depan Rudi dan mencubit kedua pipi Rudi kuat-kuat. “Maafin aku nggaaaaak?”

“Wawduwhhhhh! Hwamphun! Hwamphunn!” teriak Rudi susah payah.

Vanny dan Desi tertawa lepas setelah melihat pipi Rudi yang memerah di antara kulit hitamnya.

“Pipimu kayak pantat monyet Rud!” ujar Desi sambil terpingkal-pingkal.

“Berisik ah! Ayok cepet jalannya.. udah mau maghrib nih!” kata Rudi kesal.

Baca juga:

 

Mereka semua berjalan sambil bersenda gurau. Sampai akhirnya mereka tiba di jalan besar yang harus mereka seberangi. Di seberang jalan itu terdapat sawah yang menguning dan enak dipandang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here