Kakak Perempuanku
Kakak Perempuanku

Merasa terganggu dengan hal ini aku meletakkan smartphoneku, lalu bertanya dengan suara keras, “KAKAK CARI AP-..” suaraku terhenti.

via GIPHY

Entah sejak kapan kakakku sudah berada di depanku. Sekalipun gelap aku tahu ia tengah menyeringai kepadaku. Lalu mengikik dengan suara tinggi.

KIKIKIKIKIKK!!!

Mendadak hawa di kamarku menjadi begitu dingin. Aku memang mengharapkan suasana yang dingin, tapi tidak perlu membuatku merinding begini. Kakakku tetap tertawa. Kulihat bayi yang digendongnya ternyata bukan keponakanku, melainkan sebuah boneka yang matanya tengah menatap tajam padaku.

“Kak? Kamu kenapa?” tanyaku masih bingung dengan situasi yang tengah kuhadapi.

KIKIKIKIKIKIKKKK!!!

“Kak?!”

PAT!

Tiba-tiba lampu menyala. Kudapati di depanku tak ada seorang pun. Aku kebingungan. Aku berlari ke ruang tamu.

“Kak? Kakak?” teriakku ketika tahu ia tak ada di sana. Aku kemudian berlari ke belakang untuk memeriksa apakah ia ada di sana.

“Kak? Kakak di man-…” seruanku terpotong oleh dering chat dari smartphoneku. Ini chat dari.. kakak?!

 

KAKAK: Ben, kamu mau nasi goreng nggak? Ini aku sama mama mau beliin sekalian mampir.

 

Di saat yang bersamaan pula, seseorang menjawabku dari belakang,

“DI SINI… KIKIKIKIKIKIIIIKKK!!!!”

via GIPHY

Kamu suka menulis? Pingin tulisanmu dibaca banyak orang dan mendapat banyak masukan dari kami agar makin berkualitas? Kamu bisa daftar jadi anggota BacaSajalah dengan klik link ini! Jangan lupa cek inbox/ spam box kamu dalam waktu 5 menit setelah kamu melakukan pendaftaran!

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

14 − 3 =