Beranda Cerpen Awalnya Novi Tertidur Pulas, Sampai Akhirnya Ia Terbangun Karena …

Awalnya Novi Tertidur Pulas, Sampai Akhirnya Ia Terbangun Karena …

0
BERBAGI
Awalnya Novi Tertidur Pulas, Sampai Akhirnya Ia Terbangun Karena ...
Awalnya Novi Tertidur Pulas, Sampai Akhirnya Ia Terbangun Karena ...

Masih Bangun Nov?

 

Tik tok tik tok tik tok tik tok.

 

Jam dinding malam ini terasa lebih berisik daripada biasanya.

 

Tik tok tik tok tik tok tik tok.

 

Aneh. Kenapa aku harus terbangun selarut ini?

Ah iya.. tadi aku tidur lebih cepat. Kayaknya jam 7 ketika aku baru pulang dari kampus aku langsung tertidur. Pantas saja kok aku bangun jam segini.

Jam? Iya.. jam berapa ini? Siapa tahu ini sudah jam 5 pagi . .

 

Tik tok tik tok tik tok tik tok.

 

Berisik sekali jam dindingnya. Mana ya handphoneku? Rasanya masih susah untuk membuka mata dan melihat handphone sebentar.

Ah! Ini dia handphoneku! Tepat di atas meja di samping tempat tidurku… Sekarang saatnya untuk benar-benar membuka mata. Dan melihat . . .

Sesosok perempuan sedang meringkuk tepat di depan mataku. Menghadap arah pintu kamarku. Rambutnya begitu panjang. Sepertinya dia menggumam sesuatu. Bulu kudukku langsung berdiri. Badanku rasanya susah digerakkan. Dengan susah payah kubalikkan badanku menghadap tembok.

Apakah perempuan itu sudah pergi?

Aku mencoba mengalihkan ketakutanku pada layar handphone.
Aku mencoba mengalihkan ketakutanku pada layar handphone.

Aku mencoba mengalihkan ketakutanku pada layar handphone. Sekarang jam tiga kurang lima.

Apa perempuan itu sekarang sudah pergi? Aku harap dia nggak lama-lama di samping tempat tidurku. Rasanya ingin tidur, atau lari saja, tapi dia tepat di samping tempat tidurku!

Kuberanikan diri untuk mengintip. Astaga! Dia sekarang berdiri! Tingginya hampir menyentuh langit-langit kamarku! Dan sepertinya, dia akan menoleh sebentar lagi.

Cepat-cepat kucari nomor temanku yang di kamar sebelah. Siapa tahu dia masih bangun.

“Lis.. masih bangun?” suaraku terdengar gemetaran.

“Masih bangun kok Nov.. Kenapa..?” tanya Lisa

“Kamu cepet ke kamarku deh! Sekarang buruan! Temenin aku tidur. Besok aku ceritain.” Jawabku cepat-cepat.

Nggak lama kemudian kudengar langkah cepat dari luar. Pintu kamarku dibuka.

“Kenapa Nov?” tanya Lisa di pintu.

Aku langsung lega. Kubalikkan badanku. Sosok bayangan besar perempuan itu sudah hilang. Kupanggil Lisa dan kusuruh tidur di sampingku. Aku nggak berani menceritakan apa-apa malam itu. Lisa hanya diam, tampaknya mengerti apa yang aku alami.

Sudah pagi. Ternyata setelah Lisa menemaniku aku langsung tertidur. Kulihat pintu kamarku terbuka. Sepertinya Lisa sudah keluar sebelum aku bangun.

“Lis,,” sapaku ketika mempersiapkan sarapan. “Makasih ya udah nemenin aku tidur semalam?”

Lisa diam saja. Menatapku heran.

“Kenapa Lis?” tanyaku kini juga heran.

“Emang semalam aku ngapain Nov? Aku nggak keluar kamar sejak aku tidur jam 10.”

“Jangan bercanda ah! Aku nelpon kamu jam 3 tadi kamu njawabnya juga masih kayak belum tidur kok!” tanyaku sambil ketakutan.

“Nelpon? Lha wong nggak ada yang telpon aku tadi pagi kok!” kini Lisa juga mulai panik.

Aku merinding.

Siapa dong yang nemenin aku tidur tadi?

. . . .

Astaga! Ternyata cuma mimpi… Kupikir semuanya benar-benar terjadi. Leganya.

Benarkah ini semua mimpi?
Benarkah ini semua mimpi?

 

“Masih bangun Nov?”

Aku terdiam. Menelan ludah. Suara ini, bukan suara Lisa. Terlebih lagi, kenapa suara ini ada tepat di sebelah kepalaku?

Kugerakkan kepalaku sedikit ke samping bed.

Sebuah kepala wanita sudah ada di samping kepalaku. Menatap mataku dan kembali bertanya,

“Masih bangun Nov?”

MASIH BANGUN NOV???
MASIH BANGUN NOV???

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here