Anak ini Terbiasa Menjahili Orang yang Sedang Berjalan, Akhirnya Ia Berhenti karena Peristiwa Ini
Anak ini Terbiasa Menjahili Orang yang Sedang Berjalan, Akhirnya Ia Berhenti karena Peristiwa Ini

Baru saja aku akan kembali ke tempat tidurku, kudengar suara langkah diseret. Jalan di depan rumahku tersusun dari paving-paving yang apabila bersentuhan dengan sandal sudah barang tentu akan menimbulkan suara gesekan yang amat kentara, terutama di malam yang sesunyi ini. Entah mengapa hatiku begitu girang mengetahuinya. Akhirnya aku bisa sedikit menikmati ‘kejayaan’ masa lalu, di mana aku tidak perlu berpikir banyak mengenai susahnya hidup sebagai orang dewasa.
Aku bersiap-siap. Memeriksa apakah suara langkah yang kudengar makin mendekat atau sebaliknya, malah menjauh. Rupanya suarai tum akin mendekat. Kutengok sedikit dari balik jendela kamarku. Seorang ibu paruh baya. Tampakya tidak asing.

Tapi aku tidak memedulikannya. Aku lebih berfokus pada upayaku mengejutkannya. Kusiapkan bibirku untuk mengeluarkan bisikan dengan frekuensi yang kayak-kayaknya tepat untuk didengar oleh telinga manusia di malam seperti ini. Suara bisikan yang cukup keras untuk membuat merinding dan tidak terlalu keras untuk didengar seperti bercakap-cakap.

“b-e-r-i-s-i-i-i-i-k!” kata itu kubisiikkan perlahan dengan suara serak-serak basah ala hantu di film-film horror. Keluar begitu saja dan tampaknya telah sampai pada telinga ibu paruh baya tersebut. Buktinya? Suara sandal yang bergesekan dengan paving itu kini sudah berhenti.

Belum puas dengan ketegangan yang telah tercipta, aku langsung berlari menuju saklar lampu kamarku. Kunyala-matikan lampunya. Biar ibu itu merasa rumahku berhantu dan kapok lewat dekat rumahku lagi!

Aku cekikikan. Tak tahan kubayangkan ekspresi ketakutan ibu itu. Terus kunyala-matikan sampai akhirnya…

lampu kamarku benar-benar mati.

Anak ini Terbiasa Menjahili Orang yang Sedang Berjalan, Akhirnya Ia Berhenti karena Peristiwa Ini
Anak ini Terbiasa Menjahili Orang yang Sedang Berjalan, Akhirnya Ia Berhenti karena Peristiwa Ini

Kucoba lagi menyalakan lampunya. Tidak bisa.

Kini gantian aku yang penasaran dengan ibu-ibu yang ada di depan rumahku itu. Aku berbalik dan..

via GIPHY

“SSSSSTTTT!!!!!!!!!!!”

Begitulah suara ibu-ibu paruh baya yang kini ada di hadapanku.

Kabar buruknya: aku baru ingat ia adalah ibu-ibu yang dulu pernah kujahili hingga akhirnya meninggal karena serangan jantung.

Pantas aku pernah berhenti menjahili orang-orang.

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

nine − 9 =