Home Cerpen Cerita Horror yang Dialami Perawat Ketika Jaga Malam

Cerita Horror yang Dialami Perawat Ketika Jaga Malam

0
SHARE
Cerita Horror yang Dialami Perawat Ketika Jaga Malam
Cerita Horror yang Dialami Perawat Ketika Jaga Malam

Lagi- lagi harus jaga malam. Aku paling malas jaga malam karena aku pasti mengalami hal yang aneh- aneh. Entah karena aku yang terlalu sensitif atau “mereka” yang memang suka denganku. Malam ini aku berjaga dengan seniorku. Seperti biasa, kami keliling membagi obat dan megganti infus yang sudah habis. Setelah itu barulah kami mengerjakan status pasien. Karena terlalu penat, aku pun melepas kacamataku dan menaruhnya di tengah- tengah laci kecil di atas meja. Saat aku memijat- mijat kepalaku sambil ngobrol dengan seniorku, tiba- tiba dari ekor mataku aku melihat kacamataku berputar terbalik dan jatuh begitu saja. Aku dan seniorku pun saling berpandangan keheranan. Rupanya dia melihat juga. Bisa- bisanya kacamataku jatuh seperti itu padahal letaknya di tengah. Seperti ada yang memainkan kacamataku. Ah, sial. Mulai lagi nih.

Kami pun mengalihkan perhatian dengan mengerjakan status pasien dan aku menggunakan kembali kacamataku. Beberapa saat setelah itu seniorku hendak pergi ke kamar kecil. Aku pun menyiapkan obat injeksi buat besok sambil membelakangi lorong. Tiba- tiba ada yang berbisik di belakangku, seperti orang lewat. Kupikir keluarga pasien karena waktu itu memang belum terlalu malam. Saat aku menoleh, ternyata tidak ada siapa- siapa. Kulihat ke arah ujung lorong pun ternyata sepi. Oke, mungkin hanya perasaanku saja. Aku pun kembali menyiapkan obat injeksi. Dan sekali lagi, seperti ada yang berbicara di belakangku dan makin keras suaranya. Kali ini aku menoleh lebih cepat. Oke, dan kali ini aku merinding karena memang tidak ada siapa pun di belakangku.

Aku pun berlari menyusul seniorku. Melihat aku yang berlari dia pun heran. Aku minta padanya supaya tidak meninggalkan aku sendirian. Setelah aku menceritakan yang terjadi, dia pun mengerti.

Tengah malam pun tiba. Waktunya untuk keliling kamar pasien untuk melihat infus yang tersisa dan kelancarannya. Sendirian tentunya. Seniorku masuh sibuk mengerjakan status pasien. Masuk kamar pertama, aku merinding. Oke, kamar gelap, pasien dan keluarganya sudah tertidur dan acara TV “Dunia Lain” dengan suara yang tidak pelan. Dem Dem Dem Dem. Aku pun cepat- cepat keluar dari kamar itu setelah mengecek infusnya. Entah memang lagi apes atau sedang dikerjai, 6 kamar pasien kelolaan malam itu, semua keadaanya sama. Gelap, semua tertidur lelap, dan TV menyala.

Dem Dem Dem Dem …

Semuanya Dunia lain. Ingin kulempar saja rasanya TV itu. Saat aku akan keluar dari kamar terakhir, aku terpaku sesaat. Tubuhku jadi kaku, bulu kudukku berdiri. Apa itu di pojokan? Hitam , tinggi, wujudnya tidak beraturan. Ya Tuhannn…. Kenapa kakiku tidak mau bergerak? Dan saat itu, ada keluarga pasien terbangun dan menyalakan lampu. Tubuhku langsung lemas. Karena ternyata hanya jaket besar yang digantung. Kukira aku akan mati karena jantungku nyaris copot. Rupanya keluarga pasien yang terbangun itu pun terkejut melihat sosok yang berdiri di tengah kamar, dan itu aku.

Mata yang menatap begitu tajam
Mata yang menatap begitu tajam

Setelah berbincang sejenak dengan keluarga pasien (menenangkan diri sambil menahan malu dan meminta maaf), aku pun keluar. Aku membantu seniorku untuk mengerjakan status pasien. Baru saja duduk dan pegang 1 status, sudah tidak enak lagi perasaanku. Haaahhhhh.. aku melihat dari ekor mataku, dari arah kamar 501, tepat di samping ruang perawat, ada yang mengamatiku. Aku berusaha cuek. Dengan harapan akan segera hilang. Tapi terus-terusan seperti itu. Antara penasaran dan takut, aku pun menoleh. Dan benar saja. Sepasang mata yang mengerikan itu memang sedang menatapku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Memanggil seniorku yang duduk di belakangku saja aku tak sanggup. Tiba- tiba ada yang memanggilku.

“ Suster…!”

Keterkejutanku membuatku bisa bergerak kembali dan sepasang mata itu hilang begitu saja. Rupanya yang memanggilku seorang security yang sedang keliling. Dan dia mengatakan untuk duduk membelakangi kamar itu, seperti seniorku. Rupanya dia melihat apa yang kulihat. Hal yang kuinginkan saat ini adalah pagi segera dataaanggg…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here