Home Edukasi 3 Tahap Menciptakan Naskah dengan Pengembangan Pada Area Daya Tarik

3 Tahap Menciptakan Naskah dengan Pengembangan Pada Area Daya Tarik

4
SHARE
3 Tahap Menciptakan Naskah dengan Pengembangan Pada Area Daya Tarik
3 Tahap Menciptakan Naskah dengan Pengembangan Pada Area Daya Tarik

Jika dalam artikel sebelumnya berada pada area awal (teras), yaitu pada area informasi, dalam artikel ini akan menjelaskan mengenai tahapan pada area selanjutnya yang harus diperhatikan oleh penulis naskah, yaitu area daya tarik.

Kembangkan karakter (atau banyak karakter) yang dapat mengempati penonton

Penentuan karakter sesuai kebutuhan naskah menentukan awal hingga akhir alur naskah
Penentuan karakter sesuai kebutuhan naskah menentukan awal hingga akhir alur naskah

Penting untuk dipertimbangkan: mencari karakter yang dapat menghidupkan keinginan penonton, perilaku, dan perasaan. Tentu saja, berapapun banyaknya karakter yang dipilih tidak menjadi masalah. Namun yang terpenting adalah bagaimana karakter itu kemudian ditampilkan mengatasi permasalahan.

Hadapkan karakter pada bahaya

Bahaya atau permasalahan adalah cara paling efektif untuk mengundang empati pemirsa
Bahaya atau permasalahan adalah cara paling efektif untuk mengundang empati pemirsa

Tidak dapat dipungkiri. Sesuatu tampak lebih hidup apabila dihadapkan pada bahaya/ konflik. Tidak ada konflik, maka tidak akan ada daya tarik.

Gambarkan kesimpulan, buat makna dari konflik yang terjadi

Kesimpulan harus digambarkan melalui keadaan mengingat ini karya visual
Kesimpulan harus digambarkan melalui keadaan mengingat ini karya visual

Dalam hal ini juga harus diperhatikan. Konflik tidak selalu berarti sebuah permasalahan yang membahayakan jiwa ataupun mengancam keselamatan “tokoh utama”. Konflik di sini harus mampu menjawab 3 pertanyaan utama: 1) apa tujuan film ini dibuat? 2) mengapa penonton menyaksikan film ini? 3) di bawah kondisi apa penonton menyaksikan film ini?

Penulis harus tahu, film dibuat untuk menginformasikan, menginspirasi, atau memengaruhi. Penulis harus tahu apakah film ini dibuat untuk membunuh rasa bosan, memberikan hiburan, atau mengulur waktu. Penulis harus tahu, penonton menyaksikan dalam kelompok kecil atau besar, di rumah, saat kerja, bersama teman, atau saat bersosialisasi dengan tetangga atau saat bekerja.

Jadi kemudian ketika penulis menjawab dan merumuskan ketiga pertanyaan tersebut, penonton akan mengerti tujuan konflik (dalam berbagai macam jenis) yang terbentuk dalam karya visual.

 

Tulisan ini merupakan bagian dari skripsi tugas akhir berjudul "Penerapan Perpaduan Pendekatan Essai dan Naratif dalam Penulisan Naskah Dokumenter 'Di Balik Laju Roda Besi'" karya M. Brahmantya N. P.

Referensi:
Swain, Dwight V. 1982. Film Scriptwriting: A Practical Manual. London: Focal Press.

4 COMMENTS

    • jadi kalau satu karakter, itu namanya tokoh utama gan. Semisal penonjolan Captain America dalam film Captain America. Sedangkan pengembangan banyak karakter itu lebih pada menjadikan sekelompok orang sebagai tokoh utama, seperti para anggota Avengers dalam film The Avengers.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here