Home Edukasi Makan Tiga Kali Sehari, Pentingkah?

Makan Tiga Kali Sehari, Pentingkah?

0
SHARE
Makan Tiga Kali Sehari, Pentingkah?
Makan Tiga Kali Sehari, Pentingkah?

Makan adalah salah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia. Dengan makan, manusia dapat beraktivitas karena memperoleh energi dannutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makan juga dapat menjadi bagian dari kesehatan kita, tentu saja dengan konsumsi jenis makanan yang tepat dalam takaran yang tepat pula. Makanan juga bisa menjadi berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan. Di Indonesia sendiri, pendudukanya selalu disarankan untuk makan sebanyak tiga kali sehari. Benarkah frekuensi makan yang benar adalah tiga kali sehari? Atau ada alternatif frekuensi makan yang mungkin jauh lebih tepat?

Semua bermula ketika manusia memasuki era modern

Masa revolusi industri
Masa revolusi industri

Yap! Zaman dahulu banget sebenarnya tidak ada kebiasaan makan tiga kali sehari. Bahkan pada masa kekaisaran Romawi, makan lebih dari satu kali dalam sehari dianggap sebagai sebuah bentuk keserakahan lho! Nah lho! Makan lebih dari satu kali malah dianggap sebagai orang yang serakah. Gimana tuh? Eittss.. sabar dulu. cerita berlanjut ketika bangsa-bangsa Eropa mulai mengubah kebiasaannya makan karena efek religiositas juga. Semua juga bermula dari kebiasaan bangsawan Inggris untuk mengubah jam sarapannya menjadi lebih awal. Dan kebiasaan makan berkembang terus menjadi dua kali lalu rakyat jelata mengikutinya.

 

Semua semakin ‘sempurna’ ketika manusia Eropa memasuki masa revolusi industri, di mana rakyat jelata harus bekerja keras dari pagi hingga sore (bahkan malam hari). Makan siang menjadi penting bagi mereka sekalipun dalam waktu yang singkat. Kemudian akhirnya kebiasaan makan malam diduga baru sempurna pada tahun 1950-an ketika manusia sudah melewati masa-masa perang dunia dan mencapai titik kedamaian.

Seberapa penting makan 3 kali sehari

Penting juga kalau itu hasil eksperimen pacarmu
Penting juga kalau itu hasil eksperimen pacarmu

Kalau tadi sebelumnya diungkapkan bahwa bangsa Romawi makan hanya sekali sehari (dan sehat-sehat saja), berarti sebenarnya kita tidak perlu makan sampai tiga kali sehari dong? Hmmm.. antara iya dan tidak sih sebenarnya. Iya kalau kebutuhan tubuhmu memang besar. Semisal, kamu harus membutuhkan tenaga untuk berpikir keras, bekerja keras, berolahraga, dsb. Jelas tubuhmu mungkin membutuhkan asupan energi yang lebih besar. Bisa jadi juga tubuhmu akan meminta kamu makan lebih dari 3 kali sehari, atau makan 3 kali sehari tapi dengan porsi yang lebih besar.

Bukan berarti bisa mengabaikan pola makan juga

Apalagi sampai kayak gini
Apalagi sampai kayak gini

Tapi hati-hati juga nih.. menghindari kebiasaan makan tertentu dan tidak memperhatikan polanya bisa berakibat buruk buat tubuh kamu lho! Semisal, ketika sejak kecil kamu terbiasa sarapan, lalu mengabaikan sarapan setiap pagi dengan alasan tertentu. Tubuh yang sejak kecil terpola untuk sarapan akan memproduksi asam lambung secara berlebih. Dan karena nggak ada yang dicerna, bisa-bisa kamu malah kena maag akut. Atau yang terjadi juga sebaliknya, tubuhmu memberi reaksi yang berbeda sehingga menambah berat badanmu.

 

Makanya ada semboyan juga, “Sarapanlah seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti seorang putri.” Maksudnya apa? Ya maksudnya makanlah pada jam tersebut sesuai dengan porsi yang dibutuhkan tubuh. Karena sarapan pagi memberi energi untuk beberapa jam ke depan, ya makanlah secukupnya. Lalu karena siang masih membutuhkan tenaga hingga malam menjelang, makanlah secukupnya. Lalu ketika malam tiba, tubuh masih membutuhkan tenaga untuk menghabiskan hari, ya makanlah secukupnya. Lho kok secukupnya terus sih? Kembali lagi dong. Setiap tubuh memiliki kebutuhan energi yang berbeda-beda. Nah segala sesuatu yang berlebihan juga nggak baik kan? Intinya, makanlah secukupnya pada pola-pola yang sudah biasa kamu lakukan.

Jadi intinya, harus makan 3 kali sehari nggak sih?

Hah? Apa tadi pertanyaannya?
Hah? Apa tadi pertanyaannya?

Ya nggak juga. Duh bingung ya?? Hahahahaha… Iya serius. Jawabannya nggak juga. Mau makan 3 kali sehari kek. Mau makan sehari sekali kek. Mau makan 10 kali sehari kek. Selama nggak berlebihan, sesuai metabolisme tubuhmu, dan mencukupi kebutuhan tenaga tubuhmu, itu nggak akan berbahaya buat tubuh kok. Ingat ya! Secukupnya! Adaorang yang tenaganya cukup dengan hanya makan satu kali sehari. Mungkn karena pekerjaannya tidak begitu membutuhkan aktivitas fisik yang berat atau tubuhnya yang bisa menggunakan energi secara efisien. Ada yang membutuhkan makanan dalam jumlah besaar untuk memperoleh energi yang besar juga. Intinya, apa yang tubuhmu butuhkan itu yang harus dipenuhi. Jangan ada pemaksaan untuk puasa ataupun jangan ada upaya untuk makan berlebihan.

Jeng-jeng. Itu tadi adalah upaya menjawab pertanyaan, “kenapa kita harus makan 3 kali sehari?” Ya emang nggak harus. Cuma masalah kebiasaan aja. Kalau udah biasa, mau gimana lagi cobaa?? Eaaa…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here