Home Edukasi 4 Tahap Menulis Naskah bagi karya Visual Fakta pada Area Informasi

4 Tahap Menulis Naskah bagi karya Visual Fakta pada Area Informasi

2
SHARE
4 Tahap Menulis Naskah bagi karya Visual Fakta pada Area informasi
4 Tahap Menulis Naskah bagi karya Visual Fakta pada Area informasi

Karya visual faktual adalah karya yang pada dasarnya melekat dalam kehidupan, realitas, dan nonfiksi. Kerap digunakan sebagai tayangan yang diselipkan dalam proses pendidikan, penyuluhan, atau mengkomunikasikan pengetahuan yang berkaitan dengan daya tarik komunitas dan atau kepercayaan tertentu.

Untuk menyusun film dokumenter menjadi sebuah film yang menarik dan tidak membosankan, penulis naskah setidaknya mengetahui patokan-patokan tertentu yang dapat digunakan. Mengacu pada Swain (1982: 26-38), terdapat tiga elemen yang menjadi bagian dari pola pikir yang harus dimiliki seorang penulis naskah, yaitu 1) area informasi, 2) area daya tarik, 3) struktur penyajian.

Area informasi dapat dijabarkan sebagai berikut:

Riset topik dan point of view

Riset adalah hal penting sebelum memulai segalanya
Riset adalah hal penting sebelum memulai segalanya

Tujuan utama dari film faktual adalah untuk menginformasikan atau mengisnpirasi target yang spesifik. Memberikan informasi yang pasti akan mendapatkan perhatian dari penonton karena informasi yang ditawarkan. Oleh karena itu, meriset topik adalah sebuah keharusan, bagaikan penjual yang berupaya menawarkan produknya, ia harus menguasai produk yang dijualnya. Penulis naskah haru tahu pasti tentang topik yang ditulis. Riset dapat dilakukan melalui studi literatur, wawancara, dan riset lapangan.

Pembingkaian inti penekanan film (angle)

Sudut pandang sangat menentukan bagaimana naskahmu akan dipahami
Sudut pandang sangat menentukan bagaimana naskahmu akan dipahami

Fakta yang terkumpul setelah riset tidak dapat dengan mudah dikelola. Dibutuhkan pembingkain agar fakta yang telah dikerucutkan itu kemudian dapat memuaskan harapan semua penonton yang menyaksikan fakta tersebut.

Perkuat inti penekanan dengan sub-penekanan (sub-angle), poin penguat

Semakin jelas sub-angle, semakin banyak pemirsa akan memahami naskah
Semakin jelas sub-angle, semakin banyak pemirsa akan memahami naskah

Hal pertama yang harus dipastikan adalah setiap inti penekanan adalah fakta yang benar. Kemudian penekanan-penekanan tersebut diurutkan berdasar logika ataupun poin menariknya.

Buktikan poin-poin penekanan secara visual

Pemirsa percaya karena melihat, begitulah kekuatan visual dapat digambarkan
Pemirsa percaya karena melihat, begitulah kekuatan visual dapat digambarkan

Poin-poin penekanan harus diperjelas dengan adanya visualisasi yang menggambarkan kesan tersebut. Sebagai contoh, apabila sebuah poin menekankan bahwa “memancing itu menyenangkan”, maka penulis naskah harus membuktikannya dengan menunjukkan wajah bahagia dari pemancing.

Tulisan ini merupakan bagian dari skripsi tugas akhir berjudul "Penerapan Perpaduan Pendekatan Essai dan Naratif dalam Penulisan Naskah Dokumenter 'Di Balik Laju Roda Besi'" karya M. Brahmantya N. P.

Referensi:
Swain, Dwight V. 1982. Film Scriptwriting: A Practical Manual. London: Focal Press.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here