fbpx
Beranda Puisi Halaman 2

Puisi

Puisi mampu merangsang imaji pembaca, tersusun dalam bait-bait, memiliki rima, dan kaya akan gaya bahasa yang menambah estetika di dalamnya.

Delusi Indra
Good Bye
Cinta Kuat Seperti Maut

Cinta Kuat Seperti Maut

Mengapa kau datang? Lalu memisahkan Kisah indah Mereka berdua?   Mengapa kau datang? Mengakhiri Sebuah kisah indah Yang pernah terajut atas namaku?   Cinta marah pada maut Mengambil apa yang ia anugerahi Menghapus semua rajutan Yang susah payah ia untai   Jangan marah Jangan sedih Jangan...
Arti Kekosongan

Arti Kekosongan

Apakah arti kekosongan?   Tak akan terjawab Sebelum dipertanyakan Tak akan dipertanyakan Sebelum ada ketiadaan   Apalah arti diri kita Bilamana tak ada kekosongan   Pada mulanya Segala sesuatu lahir Dari dalam kehampaan   Dalam kehampaan Lahirlah keadaan   Tiada yang abadi Seabadi kehampaan Bahkan keadaan sekalipun Akan memiliki...
Siapa yang Paling Miskin

Siapa yang Paling Miskin

Siapa yang paling miskin? Gelandangan? Tuna wisma? Anak jalanan?   Pengemis? Pengamen? Pengemis tuna netra? Peloper koran?   Tukang parkir? Tukang ojek? Tukang cilok? Tukang bakso?   Peghuni bantaran sungai? Penghuni kolong jembatan? Anak yatim piatu? Janda beranak banyak?   Ibu rumah tangga? Mahasiswa? Pekerja paruh waktu? Pegawai Negeri Sipil?   Karyawan swasta? Wiraswasta? Pedagang? Makelar?   Pejabat negara? Pejabat...
Jangan Kau Tanya

Jangan Kau Tanya

Jangan kau tanya Mengapa ku bisa cinta Jangan kau tanya Dari mana datangnya semua itu   Jangan kau tanya Mengapa ku pergi Jangan kau tanya Ke mana arahku pergi   Jangan kau tanya Mengapa ku benci Jangan kau tanya Mengapa ini berakhir   Jangan...
Terbawa Rasa yang Tak Pernah Ada

Terbawa Rasa yang Tak Pernah Ada

Terbawa rasa... Begitulah kata-kata orang Kala kita berbincang, Kala kita saling berbagi pengalaman.   Tak ada angin Tak ada hujan Tak ada rencana bepergian Semua terjadi begitu saja   Entah sejak kapan kita menjadi begini Terjebak dalam relasi tak terduga Penuh...
Mengikhlaskan Kerinduan

Mengikhlaskan Kerinduan

Mari mengikhlaskan kerinduan...   Ketika kau memilih dengannya Aku bertanya-tanya Apakah kau tak lagi merasakan Ketakutan yang sama denganku?   Dulu aku selalu berandai-andai Apa jadinya ketika Aku tak lagi memiliki Kebiasaan yang sama lagi   Kebiasaan mencintaimu Kebiasaan mengagumimu Kebiasaan mengutamakanmu Kebiasaan membebaskanmu   Apa...
Ada kalanya...

Ada kalanya…

Ada kalanya keluarga tetangga lebih disayang daripada keluarga sendiri.   Ada kalanya menyimak permasalahan rumah tangga orang lain lebih asik daripada duduk menyelesaikan masalah rumah tangga sendiri.   Ada kalanya menolak keluarga...
Kadaluarsa

Kadaluarsa

Kadaluarsa... Bisa jadi kamu akan merasakan demikian. Ketika waktu menghapus geloramu terus-menerus. Menyisakan jiwa yang hampa dan dipenuhi oleh kesepian. Menimbulkan rongga dalam dada yang membingungkan. Meninggalkanmu dalam emosi yang tak tentu. Memang cinta manusia...
Masa (depan)

Masa (depan)

Ada kalanya hal yang paling kamu takutkan dalam hidupmu adalah takdirmu sendiri di masa mendatang. Kamu mungkin berharap bahwa hatimu tak kan berpaling. Kamu mungkin akan berusaha keras untuk setia. Tapi pada...
Ketika 4 Tahun Perjuangan Berakhir dan Kemudian Terasa Sia-sia

Ketika 4 Tahun Perjuangan Berakhir dan Kemudian Terasa Sia-sia

4 Tahun Masihkah engkau ingat? Semua kenangan milik kita Tidak hanya manis Pun juga banyak yang pahit Begitu indahnya memberikan warna Menimbulkan kesan yang membekas Jauh dalam kenangan Yang tersimpan kuat dalam hati Kutahu aku hanyalah manusia biasa Namun...

Stay connected!

11,187FansSuka
2,115PengikutMengikuti
18PengikutMengikuti
427PengikutMengikuti
12,045PelangganBerlangganan
error: Halo kak! Maaf ya, seluruh konten di bacasajalah.com dilindungi oleh UU Hak Cipta! ^_^