“Uhuk! Uhuk!” suara batuk itu kukenal dengan jelas. Siapa lagi kalau bukan nenek itu?
Aku memilih untuk mengabaikannya lagi. TIba-tiba terdengar suara ketukan di kaca jendela kamarku. Sekali. Dua kali. Kuabaikan. Kini ketukannya semakin sering.
Mungkin temanku lupa membawa kunci dan kekancingan.
Kuletakkan handphoneku. Lalu kubuka korden jendela…
“ANJIR!”
Keesokan paginya aku bangun dari lantai. Aku pikir aku mengigau atau jatuh karena mimpi. Entahlah, aku pusing.
Kuputuskan untuk membeli obat di warung sebelah. Kebetulan warung sebelah jadi satu dengan kos. Jadi aku masuk ke warung lewat pintu belakang.
Saat masuk, aku langsung fokus ke salah satu foto yg tertempel di dinding lengkap dengan piguranya..
OH SIAL! WAJAH NENEK ITU!!!
“Mbok? Itu siapa ya?” tanyaku merinding.
“Oh itu Mbah Saras.. Yang punya kos ini..” jelas mbok warung.
“Ohh pantes Mbahnya sering sapu-sapu di sini.” jawabku lega.
“Hahahaha! Mas bisa aja kalau bercanda! Mbah Saras udah meninggal 10 tahun lalu!” balas mbok warung.
Seketika aku tidak jadi lega. Jadi… semalam Mbah Saras…NGAPAIN?
Baca juga: