Kemuning dan Bayi yang Selalu Rewel Tiap Malam

Bayi bu Budi nangis! Setiap malam kalau diajak ke depan pasti nangis nggak berhenti-berhenti. Suatu ketika bu Budi sengaja banget nih nguji coba sampai berapa lama anaknya akan menangis. Eh bukannya berhenti-berhenti, anak bu Budi malah jadi panas.

“Waduh! Kok kayak HP kalau lagi tethering ya bu?” celetuk bu Dyah.

“Iya juga ya?!” tanggap bu Noki.

Tapi bukan itu intinya bu. Sejak anaknya jadi demam tanpa sebab. Bu Budi selalu bertanya-tanya kenapa bisa begitu. Suatu hari, ketika bu Budi membersihkan halaman di pagi hari, ia dikejutkan dengan kehadiran seorang nenek yang entah datangnya dari mana. Nenek itu sama sekali tak ia kenal. Tetangga bukan. Dari desa tetangga juga bukan.

Baca juga:

 

Nenek itu terus mengamat-amati perdu Kemuning yang ada di halaman depan rumah bu Budi. Ketika bu Budi melihat nenek itu dan hendak menyapanya, nenek itu memasang tampang kesal dan kemudian menegur bu Budi.

“KAMU ITU! SARANG KUNTILANAK KOK DIPELIHARA!” begitu ungkapnya.

Belum sempat bu Budi menanggapinya, nenek itu melanjutkan kata-katanya, “KASIHAN ANAKMU! TIAP MALAM PASTI NANGIS KALAU KAMU AJAK KE DEPAN RUMAH!”

“Lho? Mbah kok tahu?” Bu Budi heran karena nenek itu tahu semua yang dialaminya belakangan ini.

“POKOKNYA NDUK! SEGERA TEBANG DAN BUANG KEMUNING INI! JANGAN SAMPAI KAMU MENYESAL KARENA TERLAMBAT NEBANG!” perintah nenek itu.

Nenek itu langsung meninggalkan bu Budi sendiri dengan perdu Kemuning itu. Menyisakan keheningan yang mencekam. Bu Budi kini merinding melihat perdu Kemuning itu. Belum lagi kali ini kuncup bunganya sudah bermekaran. Membuat aroma wangi yang khas. Bu Budi mendadak baru ingat bahwa aroma Kemuning itu khas kuburan juga.

Bu Budi segera masuk ke rumah. Ketakutan sendiri. Lalu memastikan anaknya aman.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!