Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan...
Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan...

Melihat raut wajahku yang ketakutan sepertinya suamiku memahami mengapa aku memaksanya berdoa. Kami berdua berdoa. Awalnya masih sulit mengucapkan doa. Sampai akhirnya, upaya yang ketujuh kali, aku berhasil merasa tenang dan bisa berdoa dengan lancar.

Sesuai dengan nasehat ayahku, ketika kamu berada di rumah, jangan lupa untuk selalu mendoakan arwah leluhur dan arwah yang mungkin belum tenang di lingkungan sekitar kamu. Maka kami berdoa untuk itu semua. Memohon agar jiwa yang belum tenang diampuni dosanya dan tidak lagi mengganggu kami.

Seusai berdoa, kami bersiap untuk kembali ke rumah mertua. Satu per satu lampu kami matikan. Tiba-tiba terdengar suara geletakan kecil dari ruang tamu.

Aku berusaha untuk tetap berpikir jernih. Tapi… ketika kami melintasi ruang tamu, aku melihat ada yang mengganjal di sudut ruangan. Sebuah kotak kecil, yang entah dari mana datangnya itu. Aku tidak tahu sejak kapan kotak itu ada di situ. Sejak tadi membersihkan ruang tamu pun aku tak melihat kotak itu.

Kubuka kotak itu. Kulihat di dalamnya. Sebuah mobil-mobilan mungil terletak di dalamnya.

Mungkinkah ia tak pernah pergi?

Sayup-sayup kudengar lagi suara tawa anak itu.

Suara tawa yang sepertinya tak akan pernah kulupakan dalam hidupku …

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

twelve + 6 =