Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan...
Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan...

Di tengah upayaku supaya dapat terus berdoa, tiba-tiba aku mendengar suara bergelotakan dari kamar dekat dapur. Seperti meja yang digoyang-goyang dan dibenturkan namun tiada henti. Setelah itu disusul tawa anak kecil lagi.

Aku memberanikan diri berjalan ke kamar sambil komat-kamit tidak jelas. Suara itu dari balik pintu terdengar semakin keras dan jelas. Aku semakin merinding. Namun, aku harus memastikan. Kubuka pintu kamar perlahan.

KIK KIIIIIK KIIIIIK KIIIIIIIIK!!!!!

TUHANKU!

Suara tawa itu bagaikan suara tawa puluhan anak. Suara itu menghempasku sampai aku terjatuh. Lalu aku terdiam. Aku berdiri dengan lemas. Kulihat lagi kamar itu. Tidak ada apapun.

Tiba-tiba kudengar lagi suara gelotakan dari dapur. Aku sekarang takut setengah mati. Kali ini suara itu benar-benar terasa nyata. Terlihat bayangan dari arah dapur melangkah ke arahku. Aku semakin merinding. Sosok itu melangkah mendekatiku.

“Yuk pulang.” Kata suamiku.

“Astaga! Ternyata kamu mas..” jawabku setengah menahan napas.

“Ha? Kenapa emangnya? Ayo pulang!” Ajak suamiku. Pulang yang dimaksud adalah kembali ke rumah mertuaku. Selama berlibur kami tinggal di rumah mertuaku.

Aku berdiam. Lalu dengan sedikit marah aku berkata, “Nggak! Kita harus diam di sini dulu sebentar!”

“Lho kenapa?” suamiku heran.

“YANG PUNYA RUMAH HARUS BERDOA DI SINI DULU..” jawabku dengan memaksa.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

nineteen − 17 =