Berpamitan Pada Kekosongan
Pamit Pada Kekosongan

Pamit

“Saya pulang dulu ya bu!” pamit pria itu dengan santun.

Begitulah para tetangga pun menjulukinya sebagai pria santun langganan.

Lebih herannya lagi, pria santun itu selalu berpamitan di depan rumah yang sudah lama kosong.

Jadi, siapa yang berlangganan dirinya?

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

twenty − 16 =