Home Cerpen Tragedi Lama Kos Terulang Lagi Malam Ini

Tragedi Lama Kos Terulang Lagi Malam Ini

0
SHARE
Tragedi Lama Kos Terulang Lagi Malam Ini
Tragedi Lama Kos Terulang Lagi Malam Ini

Sebelumnya dalam cerpen Kisah Di Balik Kos Misterius Itu

Malam itu aku tidak bisa tidur sama sekali mengingat cerita tadi sore. Aku berusaha melupakannya tapi tetap saja terngiang dan aku jadi terbayang-bayang kejadian demi kejadian seolah-olah aku menyaksikannya sendiri. Udara malam itu dingin sekali, kukenakan selimut tebal dan kaos kakiku. Tapi aku heran melihat teman-temanku malah tidur bertelanjang dada. Hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 05.00 pagi. Aku melihat temanku bangun dan keluar. Kebetulan aku kebelet pipis dan langsung buru-buru ke kamar mandi dan tanpa menunggu temanku, langsung kembali ke kamar. Rupanya temanku sudah di dalam kamar dan sedang mematikan alarm hp nya.

“ Lhoh, cepet banget kamu Ko? Tadi ke mana?”

“ Apaan?” sahut Eko sambil menguap.

“ Kamu bukannya barusan keluar?”

“ Mana adaaa.. Ini aja kebangun gara- gara kamu lari injak kakiku.”

Bulu kudukku langsung berdiri dan aku terdiam sesaat sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali meringkuk di bawah selimutku hingga matahari menyembul dari peraduannya. Kami pun melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun hari itu terasa sangat berat bagiku karena semalaman tidak bisa tidur dan pikiran melayang entah ke mana. Dan lagi- lagi aku menunggu temanku untuk pulang. Begitu terus hingga seminggu lamanya. Kantukku makin tak tertahankan. Pusing, mual, badan rasanya remuk semua. Tapi aku tetap tidak bisa tidur. Entah aku berhalusinasi karena tidak bisa tidur atau memang terjadi, tapi setiap hari aku melihat bayangan hitam di rumah itu, dimana- mana. Seolah mengikutiku terus. Aku ketakutan, tapi aku tak berani menyampaikan kepada dua temanku. Bapak tetangga sebelah juga tidak pernah nampak lagi. Rumahnya selalu kosong. Aku berharap KKN ini segera berakhir. Tapi masih 1 bulan lagi.

Mungkin saking lelahnya aku pingsan saat KKN. Aku terbangun di sebuah ruangan putih dan banyak orang di sekitarku. Kakek, nenek, bapak, ibu, 4 orang anak kecil di samping kananku, di samping kiriku ada banyak wanita cantik dan lelaki beringas. Mereka menatapku tajam sambil menyeringai. Dan salah seorang di antara mereka membawa sebilah pisau daging. Dia ke arahku sambil menjilati pisaunya. Aku pun berteriak ketakutan dan meronta- ronta.

Hantunya komplet sekeluarga
Hantunya komplet sekeluarga

“Dit! Ditto! Kamu kenapa?”kata Galih panik sambil berusaha menenangkanku.

“Argghh… aku di mana?”

“Di rumah sakit Dit. Kamu tadi pingsan pas liputan.” Sahut Eko.

“Kamu itu kenapa? Kok akhir- akhir ini pucat? Banyak diamnya. Ada masalah?” tanya Galih

“Aku mau pulang.” Sahutku lemas.

“Baru boleh pulang kalau sudah pulih.” Kata Eko.

“Bukan. Aku mau pulang ke rumah. Rumahku.”

“Owalah..kamu homesick to?” tanya Galih.

“Nggak, bukan itu…”aku bingung mau menceritakannya atau tetap diam.

“Kalau ada masalah, bilang aja. Kita mau dengerin kok. Dan berusaha bantu.”bujuk Eko.

bersambung ke Akhir Cerita dari Tragedi Kos yang Tak Terduga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here