Home Cerpen Surga Menghendaki, Maka Terjadi Demikian

Surga Menghendaki, Maka Terjadi Demikian

0
SHARE
Surga Menghendaki, Maka Terjadi Demikian
Surga Menghendaki, Maka Terjadi Demikian

Di Bumi~

Sebelumnya di Cerpen Bumi dalam Bahaya Kehancuran! Dewan Surga Harus Memilih Seorang Manusia untuk Mencegah Kehancuran Bumi

“Kita.. putus aja ya?” tanya seorang gadis pada kekasihnya. Yang setelah ia mendeklarasikan untuk putus kini menjadi mantannya.

“Aku kira.. aku kira.. kamu bercanda..?” tanya sang mantan pada mantan barunya-yang sebenarnya dikira bercanda-tapi ternyata serius.

“Nggak. Lebih baik kita pisah. Aku ingin kita berkembang sendiri-sendiri. Aku nggak mau kamu jadi terhambat karena terus memikirkan aku.” jawab gadis itu sambil tertunduk.

Pria itu kehilangan napsu makannya. Bukan karena diputuskan. Tapi karena ia baru saja menghabiskan dua porsi paket hemat dari Klepu Fried Chicken yang bonus CD lagu yang bahkan membuat dia bingung untuk memilih artis yang mana (karena nggak tahu lagunya juga).

“Pantes dia nggak mau makan..” batin Indra.

“Kayaknya,, aku emang nggak bisa mbahagiain kamu ya?” tanya Indra.

Gadis itu hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum sedih. Lalu beranjak pergi. Indra hanya memandangi punggung gadis yang menjadi sumber inspirasinya selama ini. Hingga akhirnya Indra hanya melihat tembok putih. Tidak, ia tidak pingsan. Memang mantannya turun lewat tangga dan Indra tidak melihatnya sampai turun.

Hati Indra hancur. Pupuslah harapannya mewujudkan lagu Akad dari Payung Teduh. Tak terasa air matanya menetes. Karena malu menangis di depan umum, Indra memutuskan untuk pulang.

Lalu menangis di jalan.

Kasian banget :(
Kasian banget 🙁

Di perjalanan pulang Indra berpikir apalah dirinya tanpa kekasihnya. Selama ini ia melakukan banyak hal dan bisa mencapainya karena kekasihnya. Tapi sekarang kekasihnya pergi. Ia tidak tahu lagi bagaimana harus hidup.

“Lebih baik aku mati saja.” ujar Indra.

“Apa kutabrakkan diriku saja ya ke depan truk? Biar dia kena beban perasaan bersalah seumur hidup karena mutusin aku.”

“Jangan. Bunuh diri itu dosa berat. Katanya kalau dosa bunuh diri nanti jadi malaikat maut kayak Lee Dong Wook. Ngganteng sih. Tapi jangan ding, belum tentu juga.” Indra mengurungkan niatnya.

Indra memacu motornya dengan kencang. Berharap segera sampai rumah dan tidur. Sementara itu, di belakangnya terdapat orang mabuk yang menyetir mobil, melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kamu yakin?” tanya operator pada Rafael.

Rafael hanya melirik sinis dan menujukkan surat persetujuannya.

“Dasar mahluk aneh.” jawab operator kesal.

“Kamu sendiri apa ha?” balas Rafael lebih ketus. “Cepat lakukan!”

Mobil yang dikendarai orang mabuk itu kehilangan kendali. Melesat begitu kencang. Terguling. Lalu menyambar Indra.

Malam itu menjadi malam paling dingin bagi Indra.

Diputuskan, lalu ditabrak mobil oleh orang mabuk.

Bersambung ke Dunia Perbatasan, Sebuah Dunia yang Membingungkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here