Home Life Selingkuh Tak Hanya Milik Pria, Wanita pun Bisa Berselingkuh

Selingkuh Tak Hanya Milik Pria, Wanita pun Bisa Berselingkuh

0
SHARE
Selingkuh Tak Hanya Milik Pria, Wanita pun Bisa Berselingkuh
Selingkuh Tak Hanya Milik Pria, Wanita pun Bisa Berselingkuh

Stigma bahwa kaum lelaki adalah kaum yang paling pasti melakukan perselingkuhan tentu saja tidak benar. Perselingkuhan bisa saja menggoda siapapun tidak memandang gendernya. Semua manusia memiliki potensi untuk berselingkuh. Tentu saja, karena lebih banyak yang terekspos adalah kasus perselingkuhan oleh kaum pria, kerap perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita dianggap tidak wajar. Padahal berdasarkan data, kasus perselingkuhan antara pria dan wanita berada pada kisaran yang sama. Tapi kamu tetap penasaran kan kenapa seorang wanita sampai bisa berselingkuh? Simak alasannya di sini!

Ekonomi dan Kemapanan Keluarga

Ekonomi dan Kemapanan Keluarga
Ekonomi dan Kemapanan Keluarga

Setiap wanita memiliki tingkat kepuasannya masing-masing terhadap keadaan ekonomi keluarganya. Ada yang mampu bertahan dengan keadaan apa adanya, ada pula yang selalu merasa tidak puas dengan berapa banyak pun penghasilan yang diberikan oleh suaminya. Alasan ini bersifat subjektif dan relatif berbeda pada tiap wanita tergantung latar belakangnya dulu. Tapi tetap saja, persoalan ekonomi seperti ketidakmampuan suami dalam memenuhi keinginan materi wanita yang tak terbendung menjadi alasan utamanya.

Baca juga:

 

Keamanan dan perasaan dicintai

Keamanan dan perasaan dicintai
Keamanan dan perasaan dicintai

Wanita membutuhkan rasa aman dari pasangannya. Ketika pasangannya tak lagi dapat memberikan rasa aman dan dicintai, Wanita akan terus mencari sosok yang dapat memberinya rasa aman dan keutuhan cinta. Wanita akan cenderung lebih mudah selingkuh dari suami yang kerap melakukan KDRT ataupun lebih mementingkan pekerjaannya.

Ekspektasi yang terlalu tinggi

Ekspektasi yang terlalu tinggi
Ekspektasi yang terlalu tinggi

Ini biasa terjadi karena wanita terbuai akan janji rayu manis dari pasangannya ketika masih menjadi sepasang kekasih. Sampai pada akhirnya wanita tersebut sadar bahwa suaminya sulit memenuhi semua janjinya. Bagaimanapun, wanita adalah seseorang yang tetap ingin mendapatkan pemenuhan janji dari orang yang berhasil membuainya. Sebenarnya janji itu bisa saja terwujud dengan berproses asal pasangan bisa saling mendukung satu sama lain. Tapi beberapa wanita menginginkan sesuatu yang instan dan menganggap pria yang tidak dapat memenuhi janjinya dengan cepat adalah pria gagal.

Baca juga:

 

Dendam masa lalu

Dendam masa lalu
Dendam masa lalu

Tahukah kamu, wanita bisa saja menyimpan rasa rindu hingga berpuluh-puluh tahun, tapi ia juga nggak akan pernah melupakan rasa sakit diselingkuhi oleh pasangannya. Mungkin di masa lalunya ia pernah mendapatkan pengalaman menyakitkan yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Akhirnya ketika ia memiliki kesempatan, didukung oleh menurunnya performa suami dalam banyak hal, wanita akan cenderung berselingkuh untuk membuat suaminya merasakan sakit yang pernah ia rasakan dulu. Walaupun alasan ini tidak dapat dibenarkan, buktinya sebagian wanita mengakuinya.

Mid-life Crisis

Mid-life Crisis
Mid-life Crisis

Semua manusia pada dasarnya mengalami krisis paruh baya. Jatuh cinta lagi pada usia 40-50an adalah sesuatu yang bisa menimpa siapapun. Terlepas dari apapun yang menjadi faktor pemicunya. Terutama ketika menginjak usia ini sang suami tidak memiliki jaminan masa depan yang baik, wanita bisa saja meninggalkan sang suami begitu saja tanpa perlu banyak alasan. Apalagi jika sang suami sudah kehilangan pekerjaan karena sakit ataupun kecelakaan kerja. Beberapa wanita akan memilih untuk meninggalkan suami dengan keadaan jatuh seperti ini dibandingkan mendampinginya hingga sehat atau maut memisahkan mereka.

Baca juga:

 

Tidak memiliki harga diri ataupun gangguan mental

Tidak memiliki harga diri ataupun gangguan mental
Tidak memiliki harga diri ataupun gangguan mental

Ini adalah alasan terburuk. Seorang wanita yang memiliki kelainan jiwa cenderung akan menyukai berselingkuh. Maka dalam kamus kehidupannya tidak ada kata “harga diri”. Yang ada hanyalah ia igin hidup senang dengan banyak pasangan sekaligus dan memperoleh keuntungan dari hubungan tersebut. Tentu saja kasus ini adalah kasus khusus yang mungkin saja akan lebih sulit ditangani oleh siapapun.

Terlepas dari itu semua, kita tidak dapat menghakimi siapapun yang berselingkuh entah itu pria maupun wanita. Tetapi perselingkuhan tentu juga tidak dapat dibenarkan bagaimanapun. Dengan mengetahui berbagai alasan ini, diharapkan kamu mampu menjadi pasangan yang baik bagi pasanganmu, dengan saling mencintai, melayani, dan menghormati.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here