Home Edukasi Pendekatan Essai dan Naratif dalam Dokumenter

Pendekatan Essai dan Naratif dalam Dokumenter

0
SHARE
Pendekatan Essai dan Naratif dalam Dokumenter
Pendekatan Essai dan Naratif dalam Dokumenter

Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat dokumenter, yaitu pendekatan essai dan naratif. Menurut Fachruddin (2012: 320) pendekatan itu berupa:

Pendekatan essai yang mengetengahkan secara kronologis atau tematik agar makna yang disampaikan mudah dimengerti dan menarik penyajiannya. Sementara itu pendekatan naratif menggunakan konstruksi konvensional, yaitu tiga babak penuturan (awal, tengah, akhir).

Karena menggunakan narasi (voice over) hanya dari narator, pendekatan semacam ini hanya menarik apabila digunakan untuk memproduksi karya dokumenter singkat yang tak lebih dari 30 menit. Lebih dari itu, para penonton mungkin akan merasa kelelahan mendengarkan penjelasan mendetail dari sang narator secara terus menerus.

Berbeda dengan pendekatan essai, pendekatan naratif menekankan pada tiga pembabakan layaknya drama. Pendekatan naratif memperkuat unsur human interest dan menumbuhkan empati bagi penontonnya. Kelemahan dari metode pendekatan ini adalah, tidak semua penonton memiliki tafsiran yang sama atas pesan tersembunyi di balik realitas yang dipertunjukkan.

Dinamika diciptakan agar dokumenter tidak tampak membosankan
Dinamika diciptakan agar dokumenter tidak tampak membosankan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here