Home Life Pacaran dengan Mantannya Sahabat, Wajarkah?

Pacaran dengan Mantannya Sahabat, Wajarkah?

0
SHARE
Pacaran dengan Mantannya Sahabat, Wajarkah?
Pacaran dengan Mantannya Sahabat, Wajarkah?

Cinta bisa jatuh kepada siapa saja. Kita nggak akan pernah bisa memilih, kita jatuh cinta pada siapa dan siapa yang menjatuhi kita cinta. Yang dapat kita alami hanyalah, cinta itu datang tiba-tiba dan rasa satu sama lain setara nyamannya. Sehingga nggak bisa dipungkiri lagi bahwa diri kalian mulai mengingini satu sama lain. Tapi apa jadinya, ketika kita jatuh cinta pada mantannya sahabat? Apakah itu sesuatu yang salah? Etiskah? Wajarkah? Dan bagaimana dampaknya terhadap persahabatan kalian nantinya?

Tidak ada yang salah jika kamu jatuh cinta pada mantannya sahabat

Nggak ada yang nyalahin kok
Nggak ada yang nyalahin kok

Sekali lagi, cinta itu datang tiba-tiba dan nggak bisa kamu request kamu akan mencintai siapa. Dia datang begitu saja. Seringkali yang datang adalah perasaan takut karena kamu akan dituguh berbagai macam hal yang menyudutkan kamu, sehingga akhirnya kamu lebih memilih mengundurkan diri. Kamu takut dituduh telah ‘menikung’ shabat kamu, ataupun menjadi alasan penyebab putusnya hubungan kalian. Santai saja, kamu harus yakin dulu bahwa kamu nggak pernah berusaha merusak hubungan mereka (selama demikian) dan tetap jalani saja, jangan dilawan perasaan itu.

Baca juga:

 

Mereka sudah saling menjadi mantan, ya sudah!

Sudah mantan tenang saja
Sudah mantan tenang saja

Ini adalah pemahaman yang harus dimengerti buat kamu yang jatuh cinta kepada dia yang adalah mantan sahabat kamu. Ya yang jelas kamu harus tahu pasti bahwa bukan kamu lah yang menjadi penyebab mereka putus, dan pastikan kalau dia benar-benar sudah move on. Jangan sampai kamu malah ‘mati konyol’ karena terlalu terburu-buru mendekati mantannya sahabatmu dan berujung pada merusak hubungan dengan kedua belah pihak.

Bersabarlah

Kesabaran selalu berbuah manis
Kesabaran selalu berbuah manis

Iya, karena dengan bersabar kamu tidak akan mempermalukan dirimu sendiri ataupun mantan sahabatmu. Bersabarlah dengan situasi yang ada. Apakah ada potensi mereka untuk balikan, atau sudah cukupkah waktu yang dibutuhkan untuk memulai pendekatan. Kamu juga harus peka terhadap perasaan sahabatmu yang mungkin masih mengharapkan mantannya kembali. Jika kamu merasa sahabatmu adalah orang yang baik dan tulus, dan menurutmu masih ada peluang untuk mereka berbalikan, maka kali ini memang kamu yang harus mengalah. Tapi jika kamu merasa nggak baik bagi mereka untuk melanjutkan hubungan, diamkan saja. Jangan memberikan saran apapun. Biarkan mereka berproses dan menemukan jalannya sendiri. Begitupun kamu.

Baca juga:

 

Bukan berarti kamu menyerah

Jangan pernah menyerah juga untuk memperjuangkan cintamu
Jangan pernah menyerah juga untuk memperjuangkan cintamu

Dengan bersabar, menjadi sahabat yang baik, pun juga teman yang baik bagi mantannya sahabat, kamu bisa menilai mereka berdua. Menilai apakah kamu layak untuk jatuh cinta pada mantannya sahabtmu atau dia layak menjadi pasanganmu nantinya. Kamu juga bisa menjadi penetral di tengah hubungan mereka. Sehingga mereka mulai bisa saling menerima dan kemudian saling melupakan. Setelah itu seiring berjalannya waktu, kamu mulai bisa terbiasa mendekati dia secara alami tanpa terlihat mengejar-ngejar.

Potensi kerusakan hubungan tetaplah ada

Ya asal jangan sampe bunuh-bunuhan aja sih
Ya asal jangan sampe bunuh-bunuhan aja sih

Ini yang harus kamu garis bawahi. Ngaco lah jika ada sahabat yang merelakan mantannya untuk sahabatnya. Perasaannya tentu akan hancur berlipat-lipat. Sahabatmu tetap akan merasa dikhianati lebih berat, oleh dua pihak, mantan dan sahabatnya sekaligus. Kalau kamu sudah mennghadapi fase ini, kamu hanya bisa kembali bersabar dan membiarkan sahabatmu belajar. Mungkin kalian akan sulit menjadi sahabat lagi, tapi ketika ia datang lagi kepadamu untuk berdiskusi mengenai kehidupan suatu saat nanti, sambutlah dengan sukacita. Itu tandanya dia sudah bisa memaafkanmu. Kalaupun sampai disinggung, itu akan menjadi sebuah anekdot di tengah perbincangan kalian.

Percaya selalu dengan pasanganmu

Sudah percaya aja
Sudah percaya aja

Jika kamu berhasil mendapatkan hati mantannya sahabatmu, kamu juga harus menaruh kepercayaan lebih kepadanya. Bukan tidak mungkin, ada suatu saat dimana pacarmu merindukan sahabatmu sebagai mantan, atau berkeinginan untuk bertemu dengannya. Kalau itu yang ia mau, maka biarkanlah ia menikmatinya. Dengan kamu merelakannya demikian, ia akan cenderung merasa lebih nyaman dan aman denganmu. Perlahan tapi pasti, ia akan lebih betah berada di dalam pelukanmu dibandingkan mengingat mantannya.

Bener banget kan? Beberapa dari kamu pasti sudah pernah ngalamin ini! Buat kamu yang baru mengalami ini, jangan khawatir, kamu tetap harus berkepala dingin. Menimbang-nimbang perasaanmu, bukannya menolaknya. Rasa cinta yang datang harus disambut dengan baik. Jika dilawan, hanya akan mendatangkan lara. Biarkanlah perasaan itu berjalan dan kamu akan mengerti mana yang terbaik buat kamu dan sahabatmu.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here