Home Cerpen Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa,...

Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan…

0
SHARE
Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan...
Kejanggalan yang Terjadi di Rumah Kami Awalnya Tampak Seperti Ulah Manusia Biasa, Namun Lama Kelamaan...

Setelah 9 tahun bekerja keras dan hidup prihatin, akhirnya aku berhasil membeli rumah dengan hasil usahaku sendiri. Bersama dengan itu, suamiku pun juga berhasil melunasi rumahnya sendiri. Jadi, saat ini kami memiliki rumah kami masing-masing. Hanya saja, saat ini kami berdua tinggal di Denpasar karena urusan pekerjaan. Dan kedua rumah kami akhirnya hanya dikontrakkan tiap tahunnya, tanpa kami sendiri yang menikmati nyamannya rumah hasil jerih payah kami.

Setiap libur lebaran, aku dan suamiku berkesempatan untuk menengok rumah kami di Sidoarjo. Sesekali kami kebetulan bertemu dengan pengontrak dan mengbrol sebentar lalu kami meninggalkan rumah itu dan mempercayakannya kepada pengontrak. Dua tahun lalu, rumah suamiku dihuni oleh adik iparku. Setahun belakangan, adik iparku meninggalkan rumah suamiku karena akhirnya bisa memiliki rumah sendiri. Jadilah rumah suamiku kosong selama setahun ini.

Kami berdua sudah berencana membersihkan rumah suamiku setelah menengok rumahku. Sampailah kami di depan gerbang rumah. Rumah bertipe 40 dengan luas tanah 100 meter persegi. Hmmm.. rumah minimalis yang ideal untuk kami sebenarnya. Rumah itu hanya memiliki satu lantai dengan pelataran yang tidak begitu luas di depannya. Standard rumah perumahan, ada tempat parkir yang muat untuk satu mobil di sisi timur rumah suamiku. Beberapa pot berisi tanaman hias tampak mengering. Maklum, sudah setahun rumah ini kosong. Kusentuh pagar besi coklat yang memisahkan kami dan rumah suamiku. Berdebu. Dan panas. Hari ini cukup terik di sini. Kubuka gembok yang mengunci pagar itu. Kudorong pagarnya dan kami memasuki rumah muda ini.

Aneh. Sesaat aku merasa terdorong oleh sesuatu. Seolah ada yang tidak menginginkan kehadiranku di sini. Suamiku melangkah menuju pintu depan. Kututup gerbang rumah dan kukaitkan kembali gerendel gerbang. Kulihat teras rumah dan pekarangan kecil di rumah ini. Tampaknya sangat kotor sekali. Tidak hanya debu, dedaunan, serangga yang mati, noda bekas genangan air juga menambah list hal yang harus kami bersihkan siang ini. Rasanya ini terlalu kotor. Suamiku baru saja membuka pintu ketika aku mengamati tiap detail yang harus kami bersihkan siang ini.

Kuamat-amati kejanggalan yang aneh
Kuamat-amati kejanggalan yang aneh

Suamiku langsung masuk ke rumah. Sedangkan aku, masih saja terpaku dengan semua detail yang menurutku aneh ini. Aku menyusul suamiku masuk ke dalam. Aku terkejut karena rumah ini tampak lebih suram dari biasanya. Aku tidak tahu, apakah karena sudah setahun tidak dibersihkan atau memang perasaanku benar kalau ada “sesuatu” di sini. Aku masih berusaha berpikir positif, mungkin memang karena sudah lama tak dikunjungi. Lalu aku dan suamiku bersiap membersihkan rumah ini.

Seharian kami membersihkan rumah ini. Suamiku masih sibuk memeriksa apa lagi yang harus dibenahi di dalam rumah ini. Sementara aku, duduk di teras rumah. Beristirahat dan melamun. Entah apa yang aku pikirkan, tapi aku sedikit terbelalak ketika melihat gerbang coklat itu.

Gerendelnya terbuka.

Aku mulai was-was, apakah ada orang lain di sini? Kulihat sekelilingku. Tidak ada siapapun.

bersambung ke Rumah Baru Kami yang Berhantu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here