Home Edukasi Jatuh Cinta Selalu Datang Tiba-tiba, Kenapa Bisa Begitu?

Jatuh Cinta Selalu Datang Tiba-tiba, Kenapa Bisa Begitu?

0
SHARE
Jatuh Cinta Selalu Datang Tiba-tiba, Kenapa Bisa Begitu?
Jatuh Cinta Selalu Datang Tiba-tiba, Kenapa Bisa Begitu?

Jatuh cinta adalah anugerah dan kita nggak akan pernah bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta dan akan di-jatuhi-cinta oleh orang lain. Jatuh cinta adalah saat terindah sekaligus juga berpotensi menyakitkan bagi seseorang, karena jatuh cinta membuatmu dalam posisi yang serba salah, kehilangan akal, dan tidak tertebak. Cinta bisa membawamu pada kebahagiaan tapi juga dapat sekaligus mengantarmu pada kepedihan yang dalam. Bagi orang yang kemudian berhasil berjuang karena cinta pasti akan mengatakan bahwa jatuh cinta adalah hal terindah yang pernah kamu alami dalam hidup. Sebaliknya, buat seseorang yang mengalami patah hati begitu dalam nggak jarang kita akan mendengar pernyataan, “Aku nggak mau jatuh cinta kepadanya, tapi kenapa aku harus jatuh cinta dan sekarang sakit?” Jadi sebenarnya, kenapa sih kita bisa jatuh cinta?

Cinta adalah reaksi kimia yang terjadi di dalam otak

Ini bisa terjadi di dalam otakmu
Ini bisa terjadi di dalam otakmu

Kita berbicara manusia sebagai organisme yang sepenuhnya digerakkan oleh otak, baik dari aktivitas fisik maupun psikis dan keduanya nggak bisa dipisahkan. Jadi perasaan jatuh cinta itu timbul, sebagai konsekuensi dari rangsangan yang diterima oleh segala reseptor lalu kemudian diproses bersama berbagai macam pengalaman dan kenangan sehingga muncullah produksi hormone tertentu yang kemudian menyebabkan perasaan itu muncul begitu saja. Maka dari itu, sering sekali ada istilah, “Tak kenal maka tak sayang”, atau “Cinta datang karena terbiasa.” Dan itu bukanlah hal yang salah, karena otak terus menerus memproses dan mencocokkan data, lalu kemudian mengirim pesan kepada tubuh untuk menanamkan hormon-hormon yang bekerja untuk menciptakan perasaan ‘cinta’.

Baca juga:

 

Tidak hanya satu hormon yang bertanggung jawab

Apaaa?? Bisa gitu yaaa???
Apaaa?? Bisa gitu yaaa???

Tapi paling tidak, ada satu hormon yang harus disalahkan terhadap munculnya perasaan cinta ini, yaitu dopamine. Dopamine ini juga yang kemudian membuat kamu, sebagai seorang yang jatuh cinta merasa nggak bisa lepas. Karena apa? Ya karena menimbulkan ketagihan bagaikan kokain. Jadi otak memproses segala sesuatu yang bisa membuatmu senang. Dopamine memiliki dampak baik unuk tubuh, membuat kamu jadi lebih jebal dari penyakit dan meningkatkan produktivitas sel-sel di dalam tubuh. Nah, otak itu kan mencari, atas dasar rangsangan apa dopamine bisa muncul? Jawabannya adalah, orang yang kamu taksir, pasanganmu, atau siapapun yang kemudian membuatmu bahagia. Jadi nggak heran, kalau kamu tiba-tiba diputusin lalu patah hati dan bisa sedih banget sampai nangis, itu karena otakmu merengek-rengek meminta dopamine yang biasa disupply dari pasanganmu, eh tapi nggak ada lagi. Sedangkan sisi rasionalmu berusaha mengatakan bahwa kamu bisa mencari ‘supplier’ dopamine lain, tapi karena itu juga nggak segampang yang dikira dan akhirnya galau deh!

Gombalan yang bermunculan

Gombalan emang paling top dah
Gombalan emang paling top dah

Orang yang jatuh cinta akan mulai menggombal yang nggak jelas. Ini juga merupakan perintah dari otak agar mendapat supply dopamine. Ia memerintahkan fenylethilamin (susah banget namanya sampe belibet). Secara nggak sadar kata-kata itu bermunculan agar taggapan yang diberikan oleh lawan jenis kemudian menjadi umpan untuk reseptor dan kemudian diproses oleh otak.

Baca juga:

 

Adrenalin yang muncul kemudian

Kayak gini biasanya adrenalin muncul
Kayak gini biasanya adrenalin muncul

Adrenanlin ini nantinya akan membuat jantung lebih berdebar-debar, lalu kemudian menyebabkan kamu nggak napsu makan. Sifatnya cenderung represif dan membuatmu bertahan dari hal-hal yang nggak biasanya kamu lakukan. Kamu akan betah nggak makan selama-lamanya (?), atau juga membuatmu melakukan hal-hal bodoh yang nggak terduga, seperti nembak gebetan di tengah kerumunan tanpa tahu malu. Makanya itu sering banget lah ya, orang yang jatuh cinta itu nggak bisa dikasih tahu sama sekali sekalipun nalarnya dia pun juga tahu kalau segala sesuatu yang ia lakukan jadi irasional.

Dan lalu… endorphine

Semuanya jadi serba indah
Semuanya jadi serba indah

Ini adalah puncak dari segala kegembiraanmu. Sama seperti dophamine yang kemudian membuatmu berbahagia dan kebal, endorphine membuatmu seperti pengguna morfin: “melayang-layang tanpa sebab, melambung tinggi dan tak ingin kembali”. Momen ini akan mencapai puncaknya ketika kamu mencapai orgasme ketika berhubungan seksual. Efek negatifnya kalau berlebihan, kamu juga akan cenderung berlebihan bereaksi terhadap perasaanmu. Ketika kamu kehilangan, layaknya orang yang lepas dari narkoba, kamu akan terus-menerus merasa sedih. Hormon ini juga muncul ketika kamu bermasturbasi apalagi jika dengan menonton film porno. Perlahan tapi pasti, bagian ingatan jangka pendekmu akan rusak jika dilakukan dalam frekuensi yang amat tinggi.

Baca juga:

 

Vasopresin yang mempengaruhi sekresi

Nggak ngerti maksudnya apa
Nggak ngerti maksudnya apa

Hormon ini berperan untuk mengatur keluarnya urin pada tubuh. Ia yang membuat orang bisa menahan kencing. Tanpa hormon ini, seseorang dapat terus-menerus mengompol. Vasopresin ini juga penting untuk mengatur ‘giliran’ keluarnya sperma ketika ejakulasi. Sehingga pada saat itu terjadi, urin tidak ikut keluar. Vasopresi ini akan muncul otomatis ketika seseorang jatuh cinta, karena orang akan melupakan segala bentuk ‘kebeletnya’ ketika sedang jatuh cinta, apalagi saat bercinta.

Daan… itu tadi sedikit penjelasan ilmiah mengenai hormon-hormon yang bertanggung jawab saat kita jatuh cinta. Jadi apakah cinta itu datang dari Tuhan? Ya jelas iya dong! Otak kan juga ciptaan Tuhan. Bagaimana prosesnya? Ya secara ilmiah memang munculnya demikian. Jadi ketika seseorang tidak dapat jatuh cinta, itu bisa karena pengalaman masa lalu yang membuat kerusakan pada fungsi kebutuhan hormonnya, begitu juga sebaliknya, kesedihan yang berlebihan akibat cinta juga bisa muncul karena kurangnya dan ketidakmampuan otak untuk menemukan pengalih lain.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here