Home Life Ingin Menikah? Perhatikan Tanda-tanda Ini untuk Menilai Kesiapan Kalian

Ingin Menikah? Perhatikan Tanda-tanda Ini untuk Menilai Kesiapan Kalian

0
SHARE
Ingin Menikah? Perhatikan Tanda-tanda Ini untuk Menilai Kesiapan Kalian
Ingin Menikah? Perhatikan Tanda-tanda Ini untuk Menilai Kesiapan Kalian

Ketika kamu serius menjalani suatu hubungan, maka kamu dan pasanganmu pasti berharap bahwa hubungan kalian akan bermuara pada pernikahan. Tapi di sisi lain kalian juga harus memahami bahwa cinta saja nggak cukup untuk memulai sebuahikatan perkawinan. Dibutuhkan banyak hal supaya kalian siap beralih ke jenjang yang lebih tinggi itu. Berikut adalah tanda-tanda bahwa kalian siap untuk menjalin ikatan pernikahan.

Kalian berdua tahu rencana yang akan dilakukan ke depannya setelah menikah nanti

Rencana setelah menikah adalah yang penting
Rencana setelah menikah adalah yang penting

Banyak pasangan mengira, bahwa titik berat pernikahan terjadi pada saat hari kalian mengucapkan janji setia satu sama lain. padahal sebenarnya, pernikahan itu berbicara mengenai komitmen cinta seumur hidup. Kalian berdua sudah harus membicarakan dengan serius rencana ke depannya setelah menikah. Di mana kalian akan tinggal nantinya, akan ada berapa anak yang ingin dimiliki, dan berbagai hal mulai dari yang remeh temeh hingga besar. Kalian juga harus tahu bahwa kalian berdua adalah pasangan untuk selamanya, maka rencana menjadi pondasi yang kuat untuk beralih ke jenjang pernikahan.

Sama-sama memiliki tabungan masa depan

Tabungan juga penting
Tabungan juga penting

Pernikahan yang baik adalah pernikahan yang dimiliki oleh pasangan yang mampu mengelola keuangannya bahkan memiliki tabungan untuk masa depan, setidaknya untuk dirinya sendiri. Jika salah satu dari kalian nggak memiliki tabungan, bisa jadi pertimbangan untuk menunda pernikahan sampai kalian berdua bisa sama-sama mengelola keuangan. Masalah ini bukanlah masalah yang bisa disepelekan. Jika uangnya sendiri tidak dapat dikelola dengan baik, bagaimana jika harus mengelola keuangan rumah tangga?

Cinta kalian sudah sampai pada titik tanpa syarat

Cinta kalian sudah sampai pada titik tanpa syarat
Cinta kalian sudah sampai pada titik tanpa syarat

Itu artinya kalian sudah bisa saling menerima satu sama lain. Apapaun kekurangannya, apapun kelebihannya kalian sudah bisa menerimanya. Ini adalah syarat yang penting agar rumah tangga yang dibangun nantinya terhindar dari percekcokan yang nggak penting. Jangan sampai, kalian terancam cerai hanya karena masalah undagan resepsi yang beda pendapat. Itu artinya kalian sudah slah tahap dalam menjalin hubungan selanjutnya. Pikirkan baik-baik, apakah kalia sudah siap menerima pasangan apa adanya tanpa harus menuntut apapun. Hanya cinta yang tinggal di dalamnya.

Siap berbagi emosi hanya dengan satu orang

Siap berbagi emosi hanya dengan satu orang
Siap berbagi emosi hanya dengan satu orang

Berbagi emosi adalah hal terintim dalam hubungan pasangan. Maka dari itu sebabnya masalah rumah tangga jangan sampai didengar oleh orang di luar rumah. Ketika kamu menikah, maka jika ada masalah harus dibicarakan baik-baik. Dan ketika kamu adalah pasangan yang baik, maka jika masalah itu tidak dapat dibicarakan dengan baik lagi bersama pasanganmu maka kamu harus membawanya ke konseling. Bukan justru membeberkannya kepada orang lain, apalagi yang lawan jenis. Menikah itu berbagi emosi dan menghilangkan semua rahasia yang ada. Jadi jika kamu sudah siap berbagi emosi hanya dengan calon mempelaimu, maka kamu siap untuk menikah.

Kamu siap dengan berbagai asam-garam kehidupan cinta, termasuk apa yang mungkin terjadi setelah menikah

Bahkan sampai tua tetap berdua
Bahkan sampai tua tetap berdua

Hubungan asmara ketika kamu masih berpacaran dan ketika sudah menikah akan berbeda. Perasaan kecewa dan tersakiti selama masa pacaran dapat dengan mudah diatasi dengan kata sakti ‘putus’ lalu kamu memulai lembaran kisah baru. Berbeda dengan pacaran, menikah bukanlah sesuatu yang bisa diakhiri dengan kata ’putus’. Karena menikah tidak hanya mempersatukan dua insan, tapi mempersatukan dua keluarga besar yang kemudian akan membangun manusia baru. Maka jelas, permasalahannya akan jadi berbeda jika kamu menikah nanti. Ketika kamu kecewa, sedih, atau marah dengan pasanganmu, kamu harus mengkomunikasikannya.

Kalian berdua tidak takut menikah

Yakinkan dirimu dan dirinya bahwa pernikahan adalah petualangan baru
Yakinkan dirimu dan dirinya bahwa pernikahan adalah petualangan baru

Terdengar konyol memang. Tapi kalau salah satu dari kalian takut, sebaiknya beri waktu untuk memikirkan ulang mengenai hubungan kalian. Takut selalu beralasan. Maka biarkan pasangan mempertimbangkan pernikahan sebelum terlambat karena dipaksakan. Akan jauh lebih baik kalau kalian memandang pernikahan sebagai suatu petualangan yang penuh dengan ketidakpastian, namun dapat dihadapi karena kalian kini berdua. Ketika kalian tidak takut untuk menikah, maka tidak perlu lagi mengulur waktu untuk melangsungkan pernikahan.

Semoga ini menjadi inspirasi buat kamu ya, terutama yang sudah lama berpacaran dan memantapkan diri untuk menikah. Semoga semua dilancarkan dan kalian memiliki rumah tangga yang bahagia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here