Home Cerpen Indra Tak Lagi Ingin Hidup, Berhasilkah Surga Menyelamatkan Dunia?

Indra Tak Lagi Ingin Hidup, Berhasilkah Surga Menyelamatkan Dunia?

0
SHARE
Indra Tak Lagi Ingin Hidup, Berhasilkah Surga Menyelamatkan Dunia?
Indra Tak Lagi Ingin Hidup, Berhasilkah Surga Menyelamatkan Dunia?

Sang kekasih

Sebelumnya di Cerpen Apa Sebenarnya Alasan yang Paling Membuatku Ingin Hidup?

Seketika ruangan itu terputar. Berubah menjadi ruangan yang kecil. Tidak banyak barang di dalamnya. Hanya sebuah meja belajar, lemari pakaian berukuran sedang, dan kasur lantai.

“Ini..” Indra menggumam.

“Ya..mari kita lihat keadaannya.” jawab Rafael tenang.

Indra melihat di atas kasur terduduk seorang gadis. Gadis yang dicintainya sepenuh hati. Gadis yang dijaganya selama ini. Begitu senangnya hati Indra melihatnya. Tapi ia menyadari sesuatu yang janggal. Gadis itu tidak tampak kehilangan. Ia tampak sedih, tapi tidak tampak kehilangan.

Indra menatapnya. Indra berjongkok agar dapat melihat wajah gadis yang dicintainya dengan jelas. Indra lalu menatap Rafael dengan tatapan yang amat sedih. Lalu ia menggeleng-gelengkan kepala.

Menyadari itu, tampaknya Rafael sadar sudah melakukan kesalahan besar. Lalu terdengar suara ketukan pintu.

“Sayang.. ayo kita pergi..” sahut suara laki-laki dari balik pintu.

Rafael dan Indra terkejut bukan main. Sebelum gadis itu beranjak untuk membukakan pintu, Rafael cepat-cepat mengubah dimensi ke tempat semula. Kini keduanya berada dalam keheningan yang mencekam.

Tampaknya harapan itu kini benar-benar pupus
Tampaknya harapan itu kini benar-benar pupus

“Tuan Rafael. Apa sebenarnya yang anda inginkan dari saya?” Indra bertanya dengan nada putus asa.

Rafael yang semula tampak begitu percaya diri kini menunjukkan wajah sedihnya.

“Mengapa setelah saya melihat itu semua, saya justru makin tidak ingin hidup?” tanya Indra setengah marah.

“Apakah benar saya ditunjuk untuk membawa perdamaian bagi dunia? Tapi mengapa saya sendiri tidak menemukan kedamaian itu?”

“Tidak ada alasan bagi saya untuk hidup. Bahkan sekalipun itu harta, toh pekerjaan saya biasa-biasa saja. Apakah tidak ada orang lain yang lebih bahagia dari saya, yang lebih bersahaja dari saya, yang bisa mewujudkan misi itu?”

Rafael kini tampak kecewa mendengar semuanya. “Maafkan aku. Aku akan mencoba mengurus perpindahanmu ke surga dengan atasanku. Sementara kamu menunggu, kamu bisa berpindah ke dimensi lain sesuka hati dengan kekuatanku.” setelah itu Rafael meminta Indra mengadahkan tangannya. Lalu memberinya cahaya dari tangannya ke tangan Indra.

“Silahkan kamu pergi ke manapun yang mampu membuatmu merasa damai sebelum ke surga.” pinta Rafael lalu pergi meninggalkan Indra.

Indra hanya merasa sedih, tapi ia tidak dapat menangis. Ia hanyalah roh. Ia pun sebenarnya tidak tahu ke mana ia harus pergi di saat seperti ini. Rasanya tidak ada tempat di bumi yang mampu mebuatnya merasa bahagia. Dalam keputus asaannya itu, Indra tersadar bahwa kini ia berada di tempat yang berbeda.

Pemakaman. Pemakaman yang tampak tak asing. Pemakaman yang hanya ia kunjungi setahun sekali.

Pemakaman yang selalu membuatnya rindu setiap waktu.

Pemakaman seseorang yang selalu membuatnya bahagia sejak kecil.

Pemakaman ayahnya.

Bersambung ke Dunia Masih Harus Menunjukkan Kebaikannya pada Orang yang Menyesal dan Bertobat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here