Home Budaya Gamelan Jogja, Musik yang Mampu Mengisi Kekosongan Jiwa

Gamelan Jogja, Musik yang Mampu Mengisi Kekosongan Jiwa

0
SHARE
Gamelan Jogja, Musik yang Mampu Mengisi Kekosongan Jiwa
Gamelan Jogja, Musik yang Mampu Mengisi Kekosongan Jiwa

Yayasan ini berfokus di karawitan gaya Jogja. Peminatnya memang semakin sedikit, tapi semangat pengelola tak bisa diragukan. Anjloknya wisatawan asing ke Jogja turut memengaruhi kelangsungan hidupnya.

Yayasan Gambir Sawit berdiri 1 Januari sepuluh tahun lalu. Pendirinya adalah pemerhati karawitan yang kepeduliannya termasuk luar biasa. Mereka adalah Kanjeng Wasitodiningrat, Ki Naryono, Ki Wiryah Sastro Wiyono, R Suprapto Atmosutedjo, dan Suwariyun. Kecuali Kanjeng Wasitodiningrat, yang usianya sudah 104 tahun, keempat pendirinya rang lain sudah almarhum. Jabatan ketua kini diisi oleh E Suharjendro, setelah ketua sebelumnya, Suwariyun, meninggal dunia.

Awalnya,Yayasan Gambir Sawit didirikan dengan maksud mengembangkan tarian klasik gaya Jogja. Hingga kemudian, perhatian terhadap seni karawitan lebih diutamakan. Hal ini tidak terlepas dari semakin berkurangnya pemahaman masyarakat terhadap karawitan gaya Jogja. Kalau gaya Yogyakarta yang bisa membedakan hanya yang tahu mengenai alat musik itu. Orang-orang tidak tahu tidak bisa membedakan. Ketukannya juga sangat berbeda, dan yang tidak tahu karwitan ya nggak tahu bedanya” ujar Suharjendro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here