Home Cerpen Eri, Layangan, dan Penjual Kerupuk

Eri, Layangan, dan Penjual Kerupuk

0
SHARE
Eri, Layangan, dan Penjual Kerupuk
Eri, Layangan, dan Penjual Kerupuk

Sudah 3 hari setelah Eri dan neneknya hlang dari rumah. Kedua orangtua Eri tampak begitu sedih. Halaman rumah yang biasanya ramai oleh anak-anak yang bermain layangan kini sepi. Setiap hari suasana berkabung tampak di rumah Eri. Orangtua Eri tidak bisa fokus kerja seperti biasanya. Berulang kali orangtua Eri bolak-balik kantor polisi, menanyakan kejelasan penyelidikan hilangnya Eri dan neneknya. Tapi nihil. Tidak ada saksi mata. Tidak ada jejak. Sungguh-sungguh bersih.

Sore itu Roni tidak tahan di rumah. Ibunya melarang keluar rumah sementara ini. “Sampai yang nyulik Eri ketahuan.” kata ibunya. Tapi siapa yang dapat membendung gairah anak-anak untuk terus bermain. Pada dasarnya Roni adalah anak yang bandel. Ia menyusup keluar. Lengkap dengan layangan kesayangannya. Ia langsung berlari ketika berhasil menyelesaikan misi pengendapan keluar rumah. Ia akan “menculik” kawan-kawannya. Ia datangi satu per satu: Bagus dari kompleks sebelah, Susi anak perumahan yang senang bermain layangan, Dodit rival terkuat Eri dalam bermain layangan, dan Benny anak yang siap disuruh mengejar layangan putus dengan gesit (Benny nggak pernahberhasil menangkap layangan putus, tapi yang penting dia gesit dan membakar semangat anak-anak lainnya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here