Home Cerpen Dunia Perbatasan, Sebuah Dunia yang Membingungkan

Dunia Perbatasan, Sebuah Dunia yang Membingungkan

0
SHARE
Dunia Perbatasan, Sebuah Dunia yang Membingungkan
Dunia Perbatasan, Sebuah Dunia yang Membingungkan

Dunia setelah kegelapan yang pekat…

Sebelumnya di Cerpen Surga Menghendaki, Maka Terjadi Demikian

“Indra Sanjaya. Lahir 29 Juli 1994. Usia 25 tahun. Mati karena kecelakaan di ringroad utara. Benarkah itu kamu?”

Indra tersadar. ia berada di tempat yang tidak ia kenal sama sekali. Sebuah tempat yang memiliki langit biru tua. Kunang-kunang di mana-mana. Banyak yang hinggap di sejenis tanaman yang menjalar di pancang-pancang yang ada. Tapi, suara yang memanggilnya itu sama seperti adegan ketika Lee Dong Wook menanyai orang-orang yang sudah mati. Lalu apa setelah ini? Ditawari teh penghapus ingatan?

Indra berbalik. Melihat siapa yang memanggilnya. Ia sudah membayangkan pria tinggi dengan wajah kaku dan dingin menggunakan topi hitam sambil membawa kartu nama. Dilihatnya pria kurus berjubah biru dengan sayap yang indah. Ia mengenakan sabuk emas dengan ornamen kehijauan di pinggangnya. Tapi ada yang aneh. Ia menutup mulutnya. Ternyata pria itu menahan ketawa.

“Pffftt.. Kamu kebanyakan nonton Goblin.” ujar pria itu. “Hahahahahahahahahaha!” lalu ia terbahak-bahak.

“Saya.. sudah mati?” tanya Indra. “Anda bukan Lee Dong Wook. Anda siapa?” Indra kebingungan.

“Hahahahaha.. perkenalkan. Aku Rafael. Salah satu anggota dewan surga. Bisa dikenal juga sebagai malaikat cinta.” jawab Rafael sambil menyibakkan rambut panjangnya yang berwarna Ebony.

Rafael dan salah seorang manusia pilihan saat dahulu
Rafael dan salah seorang manusia pilihan saat dahulu

“Dewan Surga? Jadi saya sekarang di surga?” tanya Indra keheranan.

“Hmm.. nggak juga, kita berada di area transisi. Di mana kamu bisa kembali ke dunia atau memutuskan ke surga. Tapi sekalinya ke surga, kamu nggak akan bisa kembali ke dunia.”

“Ya sudah saya mau ke surga sekarang saja.” jawab Indra lalu nyelonong jalan ke pintu yang paling bercahaya.

“Eits! Jangan duluuuuu!” teriak Rafael sambil menarik baju (dalam bentuk roh) Indra. “Kenapa tergesa-gesa?”

“Sudah jelas kan? Saya mau ke surga sekarang aja. Katanya di sana indah.” jawab Indra.

“Saya tadi sebenarnya sudah ingin mati. Pacar saya mutusin saya. Ternyata mati sungguhan.”

Rafael terdiam. “Sial,, aku nggak memperkirakan kalau dia baru saja diputusin.” batinnya.

“Mmm Indra.. sebenarnya, kamu belum mati.”

“Belum mati?” Indra terkejut.

“Iya, jadi kamu mati di luar jadwal. Kenyataannya, kamu saat ini koma. Jadi sebenarnya kamu pun nggak bisa masuk surga. Karena pasti nanti administrasinya akan sulit ketika berhadapan dengan penjaga gerbang. Dia orangnya keras kepala.” jawab Rafael.

“Kenapa nanggung banget?” tanya Indra keheranan.

“Karena sebenarnya kamu punya misi khusus.” jawab Rafael serius.

Bersambung ke Misi yang Membutuhkan Semangat Kehidupan untuk Menyelamatkan Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here