Home Budaya Budaya Jawa dan Kemampuan Akomodasi Konflik Menjadi Hal Positif

Budaya Jawa dan Kemampuan Akomodasi Konflik Menjadi Hal Positif

0
SHARE
Budaya Jawa dan Kemampuan Akomodasi Konflik Menjadi Hal Positif
Budaya Jawa dan Kemampuan Akomodasi Konflik Menjadi Hal Positif

Tingginya tingkat perpindahan para manajer ini menyiratkan rendahnya tingkat komitmen mereka terhadap perusahaan. Jelas, mereka pindah dengan pamrih tertentu, yaitu posisi yang lebih baik atau gaji lebih tinggi.Tentu saja, kuatnya pamrih pribadi dapat membuat mereka mengebelakangkan kewajiban-kewajibannya pada perusahaan yang akhirnya akan berdampak negatif pada efektivitas manajemen.

Kita sadari, bahwa marketing sesungguhnya adalah front-line yang menentukan suksesnya setiap kegiatan bisnis. Banyak kesalahan yang kita lakukan selama ini, karena lebih mementingkan pengembangan produk ketimbang orientasi pasar. Pasar dan pemasaran adalah titik pusat untuk tujuan dan pencapaian organisasi. Memang diakui, pasar tidak akan berartitanpa didukung oleh mutu produk.

Namun, mutu dalam produk tidak mungkin ada tanpa mutu di dalam proses. Ini pun tidak akan terjadi tanpa didukung oleh organisasi yang andal, yang terdiri atas SDM dan pemimpin terseleksi. Komitmen yang kuat — dari bawah sampai ke atas — merupakan pilar pendukung bagi semua aspek yang lain. Setiap pilar tergantung satu sama lain pada pilar-pilar yang lain. Kalau salah satu lemah, dengan sendirinya yang lain pun ikut menjadi lemah pula. Apalagi jika titik lemah itu berada di pusat sukses perusahaan: pada faktor komitmen tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here