Home Hiburan Awas! Cerita Dewasa ini Sangat Berbahaya kalau Dibaca Orang yang Nggak Paham...

Awas! Cerita Dewasa ini Sangat Berbahaya kalau Dibaca Orang yang Nggak Paham Cinta!

0
SHARE
Awas! Cerita Dewasa ini Sangat Berbahaya kalau Dibaca Orang yang Nggak Paham Cinta!
Awas! Cerita Dewasa ini Sangat Berbahaya kalau Dibaca Orang yang Nggak Paham Cinta!

Di tengah kesibukan nye-kripsi, dengan khilaf aku akan membuat sebuah tulisan. Tulisan ini merupakan permintaan temanku, yaitu sebuah cerita dewasa.

Daripada ba bi bu, mari kita baca kisah yang aku tulis berdasarkan menonton film 24K. (Film apaan tuh? Video klip kali!)

Jangan scroll ke bawah kalau nggak pingin kecewa. Baca yang lainnya:

 

Anto adalah seorang pria berusia akhir 20-an. Sudah 10 tahun ia membujang. Dia heran, apa yang membuat dirinya membujang selama itu. Padahal.. tubuhnya kekar, tinggi semampai. Warna kulitnya eksotis. Wajahnya tak kalah lah dengan Bread Tit. Semasa SMA, ia terkenal dengan julukan: playboy garis keras. Jadi ia senang bermain dengan kawat saat istirahat sekolah. (Mudah-mudahan dong maksud guyonannya ya?).

Tapi kini usianya memasuki 30 tahun. ia merasa sia-sia memiliki anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepadanya. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis…

Gadis itu tak terlalu cantik. Namun manis dan menarik. Tingginya kira-kira sepundak Anto. Rambutnya bergelombang kemerahan. Melihatnya bak melihat sekuntum bunga yang berbeda dibandingkan bunga lainnya. Anto jatuh cinta untuk kesekian kalinya.

Baca juga:

 

Anto penasaran dengan gadis tersebut. Ia berusaha menerka-nerka usianya berapa. Apakah seumuran? Apakah lebih muda? Atau lebih tua? Maklum, saat ini ia tidak bisa menebak usia gadis dengan mudah.. Kadang tampak seumuran, tapi ternyata masih SMA. Kadang tampak lebih muda, ternyata sudah punya anak 2 (tapi ya tetep lebih muda sih ternyata). Kadang tampak lebih tua, ternyata sepantaran Anto, tapi sayangnya tidak cocok.

Akhirnya Anto berusaha pedekate dengan gadis itu. Ia berhasil mendekatinya, mengobrol dengannya, dan akhirnya mengetahui bahwa usia gadis itu 26 tahun.

Setelah cukup mantap, akhirnya Anto melamar gadis itu. Gadis itu menerimanya karena Anto dan dirinya sama-sama sadar bahwa dirinya telah dewasa.

​Tamat.
Yeay! Sungguh cerita yang benar-benar dewasa!
Akhirnya Anto dan Gadis Y itu menikah karena merasa sudah dewasa (tua maksudnya). Kamu kapan nikah? :p

Merasa tertipu? Baca saja yang lainnya:

 

So guys.. kali ini aku bakal share sesuatu yang baik untuk kita bersama. Cinta itu, menjadi berarti ketika kedua pasangan sama-sama bersikap dewasa. Secara harafiah emang bener iya, bahwa pernikahan membutuhkan usia yang matang. Tapi di sisi lain, kedewasaan itu harus terus dipupuk mau semuda atau setua apapun diri kita ketika menikah.

Cinta itu pertama-tama bukan memiliki, tapi saling memberi
Cinta itu pertama-tama bukan memiliki, tapi saling memberi

Mungkin kita bisa mencintai seseorang, tapi kita tidak dapat “memilikinya” seutuhnya. Pertama-tama yang perlu kita ingat, ketika pasangan menjadi suami atau istri bagi kita, dia tetaplah milik Tuhan. Dia adalah titipan berharga Tuhan yang pertama sebelum anak-anak lahir. Maka, konsep mencintai yang dewasa bukanlah memiliki, tapi memberikan. Karena pasangan adalah titipan Tuhan, maka kita harus terus mengusahakan yang terbaik bagi dirinya. Dengan melakukan kebaikan-kebaikan itu, kita juga telah menghormati pemberian Tuhan tersebut.

Baca juga:

 

Cinta manusia idealnya adalah seutuhnya, tapi percayalah, suatu ketika kamu akan mengerti, bahwa mencintai manusia janganlah terlalu dalam. Karena ketika kamu jatuh, kamu akan susah bangkit. Ketika kamu ditinggalkan, bahkan untuk selamanya dari dunia ini, kamu akan merasakan kehilangan yang sangat dalam dan perasaan itu terus menerus menggerusmu. Tapi mencintai hendaknya “setulusnya”. Itu artinya, ketika dia meninggalkanmu, kamu rela melepaskannya, dan mampu memaafkan kehilanganmu. Ketika kamu melakukan itu, kamu menyadari bahwa cintamu yang “sepenuhnya”, sepantasnya adalah untuk Tuhanmu, bukan manusia.

Soo.. pahami dulu caramu mencintai dan caramu menghadapi sebuah kehilangan. Maka kamu akan belajar arti hidup yang berharga dari pengalaman cintamu, entah itu manis atau pahit.

Good love! 🙂

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here