Home Cerpen Akhir Cerita dari Tragedi Kos yang Tak Terduga

Akhir Cerita dari Tragedi Kos yang Tak Terduga

0
SHARE
Akhir Cerita dari Tragedi Kos yang Tak Terduga
Akhir Cerita dari Tragedi Kos yang Tak Terduga

Sebelumnya dalam cerpen Tragedi Lama Kos Terulang Lagi Malam Ini

Setelah terdiam agak lama dan berpikir panjang, akhirnya aku pun menceritakan semua kepada Galih dan Eko. Toh selama ini aku diam saja malah sama saja. Mungkin dengan bercerita aku bisa lebih tenang dan aku pun mengacuhkan mitos itu. Reaksi Eko dan Galih rupanya sama denganku. Mereka terdiam cukup lama dan pucat. Tapi kali ini mereka tidak mules sepertiku.

“Kamu terlalu stress. Pasti kamu hanya berhalusinasi selama ini akibat kurang tidur. Buktinya tadi kamu mimpi kan?” Kata Galih memecah keheningan berusaha menenangkanku dan aku yakin dia juga berusaha menenangkan dirinya sendiri.

“Benar kata Galih. Pasti kamu cuma dikerjain Bapak itu. Lagian sebelah rumah kan memang kosong.” Eko menimpali, sepertinya dia juga berusaha menenangkan diri sendiri. Dasar kalian munafik semua.

Mulai deh bunuh-bunuhan...
Mulai deh bunuh-bunuhan…

Aku tertegun. Terus yang ngomong sama aku siapa? Dengan jelas aku melihat Bapak itu masuk ke rumah sebelah. Apa benar aku hanya berhalusinasi? Tapi semua itu terasa nyata. Kalau memang aku hanya berhalusinasi, berarti dari awal Bapak sebelah rumah itu tidak ada. Ini semua membingungkanku. Eko dan Galih terus membujukku dan menenangkanku. Selama 2 hari dirawat, mereka terus menemaniku. Kami pun pulang bersama. Sesampainya di kos, aku langsung berbaring di kasur tipisku. Sementara Eko ke dapur dan Galih ke kamar mandi. Aku terlelap sebentar dan terbangun ketika ada suara berisik di pintu depan. Aku pun beranjak dari tempat tidurku. Tak kulihat Galih maupun Eko. Aku pun bergegas ke depan.

Kudengar suara orang menyeret sesuatu dari belakang. Aku mengintip dengan perlahan dari balik dinding kos. Kulihat dua pasang kaki dengan sandal yang tak asing. Itu sandal Galih dan Eko! Kuberanikan diri lagi untuk melihat lebih banyak. Tetapi, ternyata itu hanya dua pasang kaki. Baru saja aku mau beranjak. Seseorang menepuk bahuku dan membalikkan badanku dengan paksa.

Kurasakan sesuatu yang tajam menghujam jantungku. Sebuah pisau yang dengan mudahnya menembus dadaku. Aku tak berdaya. Hal terakhir yang kulihat adalah seorang pria. Pria itu bapak yang bercerita kepadaku semua kisah misteri itu.

Ah.. aku baru ingat sekarang, bapak itu tidak pernah bercerita tentang akhir kisah pemutilasi.

Rupanya…

 

. . .

Yaaa… akhirnya kami bertiga mati. Sekarang kami bertiga jadi hantu magang di kos ini. Kami sekarang bergantian menghantui penghuni kos baru tiap malam dengan hantu-hantu senior di sini. Ada hantu mafia, hantu polisi, hantu penculik, hantu orang yang diculik, dan hantu sekeluarga. Semua senang.

Tamat.

baca cerita awalnya di Mencoba Kos Baru di Bali dan Inilah yang Didapat Mahasiswa KKN Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here