Home Edukasi 18 Prinsip Penulisan Naskah Televisi menurut Morissan (bag 3)

18 Prinsip Penulisan Naskah Televisi menurut Morissan (bag 3)

0
SHARE
18 Prinsip Penulisan Naskah Televisi menurut Morissan (bag 3)
18 Prinsip Penulisan Naskah Televisi menurut Morissan (bag 3)

Setelah melihat 6 prinsip yang ada di bagian pertama dan bagian kedua, kini kita sudah berada di 6 prinsip bagian akhir. Semoga dengan demikian, kamu bisa memahami lebih mudah prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam menulis naskah (terutama berita).

Menghindari ungkapan klise

Kayaknya istilah kayak gitu gak perlu dipake deh
Kayaknya istilah kayak gitu gak perlu dipake deh

Jika dalam infotainment cara ini sangat diperbolehkan, seperti penggunaan kata “bagaikan buah simalakama” atau “akan kami ulas setajam-tajamnya, setajam silet”. Akan tetapi, ungkapan-ungkapan semacam itu tidak dapat digunakan dalam karya visual fakta.

Menghindari eufemisme

Hanya tampak 'kayaknya', tapi sesungguhnya...
Hanya tampak ‘kayaknya’, tapi sesungguhnya…

Eufisme adalah penggunaan istilah yang tampaknya benar, namun sesungguhnya menyesatkan. Seperti penggunaan kata “diamankan” namun kenyataan sesungguhnya adalah “ditangkap” atau “dinonaktifkan” padahal kenytaannya “dipecat”. Tampaknya memiliki makna yang sama, namun sesungguhnya tidak.

Menggunakan struktur kalimat yang benar (S-P-O-K)

Harus urut dan lurus kayak kereta yaaa
Harus urut dan lurus kayak kereta yaaa

Ya kalau ini jelas. Nggak bakal ada orang yang bisa ngerti kalimat tanpa susunan S-P-O-K yang jelas.

Menggunakan kalimat bersifat objektif

Objektif itu yang paling enak deh
Objektif itu yang paling enak deh

Ini jelas untuk penulisan berita atau dokumenter. Tanpa menghilangkan sudut pandang penulis, buat laporan se-objektif mungkin supaya tidak ada ketidakadilan dan ketimpangan informasi di dalamnya.

Tidak mengulang informasi ke bagian naskah lain

Kayak mindah kardus, nggak penting-penting amat tapi dilakuin
Kayak mindah kardus, nggak penting-penting amat tapi dilakuin

Dalam penulisan jelas ada gagasan-gagasan yang diletakkan pada tiap paragraf. Gagasan-gagasan yang sudah muncul dalam paragraf sebelumnya jangan diulang lagi ke dalam bagian lainnya, sehingga tidak ada pengulangan informasi yang mubazir.

Konsistensi dalam menggunakan nama tempat, jabatan, dsb

Sekali lagi: konsisten kayak batu!
Sekali lagi: konsisten kayak batu!

Istilah-istilah baik digunakan secara konsisten agar tidak terjadi mispersepsi atau ‘salah kenal’ terhadap maksud sesungguhnya dari objek yang diceritakan.

 

Yaaappss.. selesai sudah 18 Prinsip Penulisan Naskah Televisi menurut Morissan! Semoga membantu teman-teman yang ingin menulis naskah yaa..! Good luck!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here